Diare adalah keluhan yang umum dialami oleh anak, biasanya disebabkan karena adanya infeksi virus. Ketika kondisi ini sudah berlangsung selama 3 hari berturut-turut, ibu perlu memberikan obat diare anak. Ini bukan hanya untuk meredakan keluhan diare pada anak, tetapi juga mencegah risiko dehidrasi.
Namun, tidak sembarang obat diare bisa diberikan kepada anak. Dalam artikel ini telah dirangkum beberapa rekomendasi obat diare anak yang cocok dikonsumsi sesuai usianya. Yuk, disimak!
12 Rekomendasi Obat Diare untuk Anak
Ada berbagai pilihan obat diare anak alami paling ampuh di apotik seperti oralit, probiotik, hingga suplemen zinc. Berikut beberapa rekomendasi yang bisa jadi pilihan ibu ketika si kecil mengalami keluhan diare.
1. Oralit 200

Oralit merupakan serbuk gula garam untuk mencegah atau mengatasi dehidrasi akibat diare. Obat ini bisa diberikan pada anak usia 0-12 tahun. Kandungannya berupa elektrolit natrium klorida, kalium klorida, trisodium sitrat dihidrat, dan gula jagung yang berperan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat diare atau muntah.
Oralit 200 bisa didapatkan secara bebas dalam bentuk saset. Tiap bungkusnya harus dilarutkan dalam 200 mL air dingin sebelum diminum.
2. Air Kelapa

Obat diare anak yang mudah didapatkan berikutnya adalah air kelapa. Bahan alami ini mengandung elektrolit yang dibutuhkan tubuh, seperti kalium, natrium, dan magnesium untuk mencegah dehidrasi.
Kalium merupakan elektrolit utama dibutuhkan setelah diare, sedangkan magnesium akan berperan untuk memproduksi asam lambung yang dapat mengurangi bakteri jahat di usus. Selain itu, rasa air kelapa yang ringan dan tidak terlalu manis tidak akan membuat anak merasa mual meminumnya.
3. Lacto-B

Lacto-B merupakan suplemen probiotik yang bisa membantu meredakan diare pada anak mulai dari usia 1 tahun ke atas. Kandungannya berupa bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus, Streptococcus thermophilus, dan Bifidobacterium longum. Bakteri tersebut akan menekan pertumbuhan bakteri jahat penyebab diare.
Suplemen ini bisa diberikan 3 kali sehari untuk mengatasi diare pada anak. Ibu juga bisa mencampurkannya dengan yogurt agar lebih mudah dicerna.
4. Daryazinc Drops

Daryazinc mengandung Zinc sulfate monohydrate yang mampu membantu mengatasi gejala diare pada anak. Bentuknya yang berupa drop akan lebih mudah dikonsumsi oleh anak dan dapat memberikan efek secara cepat.
Obat ini bisa diberikan pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun sebanyak 1 sendok teh per hari. Sedangkan untuk bayi usia 2-6 bulan, ibu bisa memberikan ½ sendok teh per hari. Untuk menghindari efek samping dari diare, obat ini bisa diberikan selama 10 hari berturut-turut meskipun keluhannya sudah berhenti.
5. Interzinc Sirup

Seperti namanya, Interzinc mengandung zinc sulfate yang dapat membantu mengatasi kekurangan cairan akibat diare.Obat ini berbentuk sirup sehingga lebih mudah diberikan pada anak.
Ibu bisa memberikan obat ini pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun dengan dosis 1 sendok teh per hari. Sedangkan untuk bayi 2-6 bulan aturan pemberiannya ½ sendok teh per hari.
Baca juga: 10+ Obat Batuk Pilek Anak yang Aman, Apa Saja?
6. Interlac

Rekomendasi obat diare anak berikutnya adalah Interlac, suplemen probiotik yang bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mengatasi diare. Obat ini bisa diberikan pada anak 1-2 kali sehari dengan mencampurkan pada makanan si kecil atau dikonsumsi langsung.
7. Pedialyte Original

Dehidrasi adalah keluhan utama yang sering dirasakan saat mengalami diare. Jadi, penting untuk mengonsumsi obat yang mengandung Natrium, Kalium, dan Klorida yang akan mengendalikan cairan tubuh pada anak, terutama ketika mencret secara terus-menerus.
Obat ini bisa diberikan secara langsung atau dicampurkan pada makanan si kecil. Adapun aturan minumnya:
- Usia di bawah 1 tahun: Berikan 300 mL pada 3 jam pertama, lalu 100 mL setiap kali anak kehilangan cairan seperti muntah atau diare.
- Usia 1-5 tahun: Berikan 1200 mL pada 3 jam pertama, lalu 300 mL setiap kehilangan cairan.
- Usia di atas 12 tahun: Berikan 2.400 mL pada 3 jam pertama, lalu 400 mL tiap kehilangan cairan.
8. Zinkid Zinc

Zinkid adalah tablet zinc yang dapat larut dalam air untuk mengatasi diare pada anak usia 2 bulan sampai 5 tahun. Kandungan zinc bisa membantu mengurangi frekuensi diare serta mempercepat penyembuhannya.
Sebelum diminum, Zinkid perlu dilarutkan dalam 1 sendok teh air putih hangat atau ASI. Tunggu hingga tablet larut, kemudian berikan pada anak.
9. Guanistrep

Guanistrep adalah obat diare anak yang bisa diberikan mulai usia 3 tahun ke atas. Obat ini mengandung kaolin dan pektin yang mampu menyerap racun serta bakteri penyebab diare, lalu dibuang bersama feses ketika buang air besar. Selain itu, obat ini juga bisa membantu mengurangi frekuensi buang air besar dan memadatkan feses.
Obat ini bisa diberikan ketika mendapati anak buang air besar cair. Anjuran minumnya ialah 2-3 kali sehari sesuai dengan usia anak yang tertera pada label kemasan.
10. Sirup Kaolin

Jika tidak menemukan Guanistrep, sirup Kaolin ini bisa menjadi alternatif karena kandungannya juga terdapat kaolin dan pektin yang bisa mengatasi gejala diare pada anak. Obat ini bisa diberikan pada anak usia 6-12 tahun sebanyak 5 ml setiap sesudah buang air besar dengan maksimal pemberian 4 kali per hari.
11. Diagit

Diagit adalah obat diare untuk anak yang mengandung activated attapulgite dan pektin yang bisa mengatasi diare tanpa penyebab jelas. Setelah mengonsumsi obat tersebut, racun dan bakteri buruk pada usus akan diserap lalu dialirkan melalui feses.
Adapun anjuran pemberian Diagit pada anak yaitu:
- Usia 6-12 tahun: Berikan 1 tablet setiap selesai buang air besar. Dosis maksimal per hari adalah 6 tablet.
- Dewasa dan anak di atas 12 tahun: Minum 2 tablet setiap selesai buang air besar. Konsumsi maksimal 12 tablet selama 24 jam.
12. Diapet Anak

Diapet adalah merek obat diare yang dapat membantu mengurangi frekuensi buang air besar, memadatkan feses, dan meredakan mulas saat diare. Obat ini tersedia dalam varian Diapet anak yang bisa dikonsumsi mulai usia 5 tahun.
Diapet dibuat dari bahan-bahan alami, seperti kunyit, ekstrak daun jambu biji, buah mojokeling, dan kulit buah delima. Kandungan-kandungan tersebut akan membantu mengatasi diare serta mencegah terjadinya dehidrasi.
Kemasan Diapet Anak tersedia dalam bentuk sirup dan saset. Ibu dapat memberikannya 2 kali sehari untuk meredakan diare dan gejalanya.
Itulah beberapa rekomendasi obat diare anak yang aman dan mudah ditemukan. Obat diare anak yang umum diberikan adalah oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang serta obat antidiare apabila disarankan oleh dokter. Selain itu, ibu juga bisa berikan zinc dan probiotik untuk membantu mengurangi frekuensi serta durasi diare.
Yuk, jaga kesehatan si kecil dengan belanja praktis di Alfagift! Gratis ongkir dan banyak promo menarik! Yuk, download aplikasi Alfagift sekarang!
