Ibu hamil harus mengonsumsi cukup sayuran untuk menunjang kesehatan janin. Penelitian menunjukkan bahwa kandungan serat, antioksidan, vitamin, dan mineral pada sayuran mampu mencegah komplikasi kehamilan. Namun, tahukah ibu kalau ternyata ada jenis dan olahan sayuran yang dilarang untuk ibu hamil?
Mulai dari sayuran mentah, kecambah, hingga salad sayur kemasan rupanya perlu ibu hindari selama masa kehamilan. Kira-kira kenapa, ya? Nah, ibu bisa simak pembahasan lengkapnya berikut ini. Ada 7 sayuran yang dilarang untuk ibu hamil, lengkap dengan penjelasan ilmiahnya. Tim Alfagift juga merangkumkan beberapa cara efektif untuk mengolah sayuran agar aman dikonsumsi oleh ibu hamil.
Sayuran yang dilarang untuk ibu hamil dan penjelasannya
Ada beberapa jenis dan olahan sayuran yang sama sekali tidak boleh dimakan oleh ibu hamil. Namun, ada juga yang masih boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya dalam porsi yang sangat kecil saja. Berikut ini daftarnya.
1. Sayuran mentah

Ibu hamil sebaiknya tidak makan sayuran mentah, apapun itu jenisnya. Menu sayuran mentah yang paling sering ditemui adalah lalapan. Meskipun sudah dicuci, tapi sebaiknya tahan dulu untuk mengonsumsinya dalam keadaan mentah selama masa kehamilan, ya.
Pasalnya, di sayuran mentah banyak bakteri berbahaya, seperti listeria monocytogenes, salmonella, e.colli, dan parasit toxoplasma gondii. Mengutip dari laman Science Daily, Federal Institute for Risk Assessment (BfR) pernah melakukan penelitian terkait bakteri pada sayuran mentah. Disebutkan bahwa bakteri seperti e.colli bisa masuk ke usus manusia dan menginfeksi bagian dalam tubuh.
Ketika terinfeksi, ibu hamil akan mengalami diare, mual, muntah, BAB berdarah, hingga demam tinggi. Efek buruk ke janin pun sangat mungkin terjadi, seperti kelahiran prematur, cacat janin, gangguan penglihatan, bahkan keguguran.
2. Sayuran yang tidak dicuci bersih

Sayuran yang tidak dicuci bersih rentan terkontaminasi bakteri. Sisa tanah yang menempel di sayuran sangat mungkin mengandung parasit toxoplasma gondii. Ada juga risiko kontaminasi dari sisa bahan kimia yang digunakan selama masa tanam sayuran tersebut.
Bakteri, parasit, dan sisa bahan kimia yang masih menempel di sayuran bisa mengganggu kesehatan ibu hamil maupun perkembangan janinnya. Dalam laman NHS disebutkan bahwa parasit seperti toxoplasma akan menyebabkan keguguran atau komplikasi serius pada janin.
3. Kecambah/tauge mentah

Meskipun banyak kandungan vitamin pada kecambah/tauge, tetapi ibu hamil kurang bagus untuk mengonsumsinya, terutama dalam keadaan mentah dan setengah matang. Alasan utama adalah masalah kontaminasi bakteri yang mungkin terjadi sejak benih tumbuh hingga masa perkecambahan.
Mengutip dari laman Food Safety Fakultas Pertanian Universitas Connecticut, bakteri berkembang pada biji kecambah/tauge karena kondisi lingkungan yang hangat dan lembap. Bakteri yang paling sering ditemukan adalah salmonella dan e.colli. Salmonella bisa membuat ibu hamil mengalami keracunan. Sementara itu, infeksi e.colli sangat berpotensi memicu masalah pada kehamilan, seperti pecah ketuban, sepsis, hingga lahir prematur.
Healthline memuat temuan dari Badan Pengawas Bahan Obat dan Makanan US (FDA) terkait infeksi bakteri pada kecambah/tauge ini. Dalam dua dekade, FDA mencatat terjadinya 48 kasus penyakit bawaan akibat mengonsumsi kecambah/tauge mentah dan setengah matang. Gejala yang muncul pada penderita adalah muntah, diare, dan kram perut.
4. Pare

Adakah ibu yang suka makan pare bercita rasa pahit ini? Nah, sebaiknya untuk sementara waktu ibu mengurangi atau bahkan tidak memakannya selama masa kehamilan. Pare termasuk sayuran yang dilarang untuk ibu hamil, lho, khususnya di trimester pertama.
Kementerian Kesehatan melalui laman Direktorat Kesehatan Lanjutan menjelaskan tentang efek pare bagi ibu hamil. Pare memiliki senyawa kimia yang diduga bisa meningkatkan risiko perdarahan, persalinan prematur, dan keguguran pada ibu hamil. Kontraksi rahim juga rentan terjadi jika terlalu banyak mengonsumsi olahan pare ini.
Nah, sebenarnya, penelitian mengenai pare masih terbatas pada hewan, belum ada penelitian spesifiknya pada manusia. Namun, Kemenkes menganjurkan ibu hamil tetap membatasi konsumsi pare untuk mencegah risiko yang mungkin muncul.
5. Daun pepaya dan olahan pepaya muda

Daun pepaya dan pepaya muda mengandung enzim papain yang disebut bisa memicu kontraksi rahim. Beberapa penelitian dengan hewan percobaan membuktikan bahwa enzim tersebut meningkatkan risiko keguguran.
Enzim papain melarutkan protein yang berperan penting dalam proses penempelan sel telur yang telah dibuahi di dinding rahim. Namun, belum ada penelitian klinis yang spesifik pada manusia untuk membuktikan hal ini. Meski begitu, sebaiknya ibu hamil menghindari atau membatasi konsumsi daun pepaya dan pepaya muda untuk sementara waktu, khususnya di trimester pertama dan kedua.
Baca juga: Manfaat Buah Nangka untuk Ibu Hamil
6. Jengkol

Jengkol masuk dalam daftar sayuran yang dilarang untuk dikonsumsi oleh ibu hamil secara berlebihan karena mengandung senyawa asam jengkolat. Mengutip dari laman Ciputra Hospital, ibu hamil masih boleh mengonsumsi jengkol asalkan tidak berlebihan.
Sebabnya, senyawa asam jengkolat bisa menyebabkan djenkolism (kondisi keracunan jengkol) yang berujung pada mual dan muntah. Asam jengkolat juga berpotensi membentuk batu kristal di saluran kemih sehingga menimbulkan nyeri pinggang, urin berdarah, hingga kesulitan buang air kecil. Efek lainnya yaitu menurunnya fungsi ginjal ibu hamil yang akan berdampak pada perkembangan janin.
7. Salad sayur dalam kemasan

Hindari membeli salad sayur yang sudah dikemas dalam wadah tertutup. Dalam penelitian Food Safety dari Universitas Ohio ditemukan berbagai bakteri yang rentan mencemari sayuran dalam salad kemasan. Beberapa bakteri yang paling sering ditemukan adalah listeria, salmonella, e.colli, dan cyclospora.
Jika ibu jeli, ada beberapa produk salad sayur yang menggunakan bahan mentah. Nah, ini cukup berbahaya untuk kehamilan. Bahan-bahan mentah, apalagi yang tidak melewati proses pencucian dan pengemasan yang bersih sangat rentan dengan kontaminasi bakteri.
Bakteri-bakteri tersebut sangat berbahaya untuk kesehatan ibu dan janin. Komplikasi serius seperti kelahiran prematur, infeksi janin, atau keguguran sangat mungkin terjadi. Selain itu, dressing salad yang terlalu banyak kandungan gula dan tidak diolah dengan benar bisa memicu risiko infeksi.
Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Instan? Cek Faktanya di Sini!
Cara mengolah sayuran yang benar untuk ibu hamil
Lantas, bagaimana agar sayur bisa dikonsumsi dengan aman? Ada 2 (dua) cara mengolah sayuran agar aman dikonsumsi oleh ibu hamil, yaitu dari segi kebersihan dan cara memasaknya. Mari kita bahas secara singkat, ya. Nanti ibu bisa praktekkan langsung di rumah!
1. Pastikan sayur dicuci dengan bersih
Untuk menghindari kontaminasi kotoran dan sisa-sisa pestisida, maka ibu wajib mencuci sayuran secara menyeluruh. Cuci sayuran di bawah air mengalir atau menggunakan air matang. Jangan menggunakan detergen, sabun, atau cairan pemutih untuk mencucinya.
Gunakan sikat kecil jika ada kotoran pada bagian sayur yang susah dibersihkan. Potong bagian batang dan daun sayuran yang terlihat rusak atau memar untuk memastikan produk tetap segar. Cara ini juga efektif mencegah bakteri berkembangbiak di sayuran.
2. Gunakan cara memasak yang tepat agar nutrisi terjaga
Setelah sayuran dicuci bersih, ibu tetap tidak boleh mengonsumsinya dalam keadaan mentah, lho! Pastikan memasak semua sayuran hingga matang. Ibu bisa coba variasi cara memasak seperti rebus, kukus, dan tumis agar tidak bosan. Namun, jangan sampai sayurnya terlalu layu dan lembek agar nutrisinya tetap terjaga.
Baca juga: 15+ Cemilan Sehat Ibu Hamil, Lezat dan Kaya Nutrisi
Itulah beberapa jenis dan olahan sayuran yang dilarang untuk ibu hamil, yakni sayuran mentah, sayuran yang tidak dicuci bersih, tauge mentah, daun pepaya dan olahan pepaya muda, pare, jengkol, dan sayuran kemasan. Intinya, semua sayuran wajib dicuci dan dimasak sampai benar-benar matang agar tidak terkontaminasi bakteri. Beberapa jenis sayuran yang mengandung senyawa berbahaya sebaiknya dihindari atau dibatasi saja konsumsinya. Ibu tetap bisa, kok, mendapatkan asupan nutrisi dari jenis sayuran lain dan buah-buahan.
Nah, segera belanja sayur segar, buah-buahan, dan kebutuhan lain seperti susu hamil hanya di Alfagift. Ibu cukup pesan lewat aplikasi tanpa repot keluar rumah. Praktis banget! Ada banyak promo menarik dan gratis ongkir sepuasnya juga, lho!
Jadi, tunggu apalagi? Yuk, download aplikasi Alfagift sekarang di Google Play Store atau App Store!
