Home » Home & Living » Serba-serbi Minyak Goreng, Ini Bahan Baku dan Proses Pembuatannya

Serba-serbi Minyak Goreng, Ini Bahan Baku dan Proses Pembuatannya

Minyak goreng adalah bahan yang memang wajib ada saat Anda memasak sesuatu yang berminyak-minyak. Jenis minyak goreng pun banyak sekali, seperti minyak zaitun, minyak ikan, dan juga minyak kelapa sawit yang menjadi minyak paling umum digunakan.

Bahan Baku Pembuatan Minyak Goreng

Jika berbicara tentang minyak goreng kelapa sawit, maka sudah pasti yang menjadi bahan bakunya adalah buah kelapa sawit itu sendiri.

Namun, serta merta bukan minyak yang langsung didapatkan begitu saja. Akan tetapi, akan melalui proses yang amat panjang hingga dihasilkanlah minyak goreng murni dari kelapa sawit.

Istilah lainnya, bahan baku pembuatan minyak goreng dari kelapa sawit ini juga sering disebut sebagai crude palm oil atau CPO.

Baca juga : Apa Itu Olive Oil dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh?

Proses Pembuatan Minyak Goreng

Penasaran seperti apakah proses pembuatan minyak goreng? Namun, kali ini kami akan menjelaskan kepada Anda tahap pembuatan minyak goreng paling banyak digunakan ya, yaitu minyak kelapa sawit.

  1. Pengumpulan Buah Kelapa Sawit

Pastikan untuk memilih buah sawit yang segar agar kualitas minyak goreng yang dihasilkan juga bagus. Sebaiknya, pengolahan kelapa sawit menggunakan mesin berkekuatan press yang baik.

Lalu, ditimbang, agar Anda dapat memperkirakan berapakah kapasitas minyak yang akan dihasilkan.

  1. Perebusan Buah Kelapa Sawit

Perebusan buah dilakukan dengan uap air panas bertekanan 2,2 sampai 3 kg per cm. Kira-kira perebusan akan memakan waktu sampai 90 menit.

Tujuan perebusan adalah untuk membunuh enzim yang dapat merusak hasil jadi dari minyak ini. Sekaligus ini juga memudahkan peremasan buah saat pengambilan minyak.

  1. Perontokan Buah

Karena buah kelapa sawit yang dibawa ke pabrik masih tertancap di tangkainya, maka harus dilakukan perontokan buah. Jika buahnya sudah direbus, segera lakukan perontokan tangkainya.

Caranya adalah dengan metode bantingan. Jadi, buah dimasukkan ke mesin thresher yang berfungsi memisahkan buah dari berondongnya. 

  1. Pemerasan Daging Buah

Proses ini terlebih dahulu diawali dengan pelepasan biji buah menggunakan tekanan uap. Setelah itu, buah dimasukkan ke mesin pengompres dan memerlukan tambahan panas 10–15% dari kapasitas mesin mengompresnya.

Hasil akhirnya nanti yaitu minyak kasar yang memang masih bercampur dengan ampas buah atau daging buahnya.

  1. Penyaringan Minyak Kasar

Setelah minyak kasar dihasilkan, maka lakukan penyaringan agar didapatkan minyak murni. Anda bisa memasukkannya ke crude oil tank.

Dalam wadah tersebut, sudah ada saringan pasir yang akan memisahkan minyak dan ampasnya. Ampas yang ada di saringan bisa diolah kembali. Sebab masih mengandung minyak.

Untuk mempermudah pengolahan ampas jadi minyak, Anda bisa gunakan air. Nanti hasilnya adalah air bercampur minyak.

  1. Pemisahan Minyak dengan Air

Minyak yang sudah tercampur bersama air haruslah dipisahkan. Tentu saja, juga mesti sesuai dengan fase minyak tertentu.

Di fase ringan, kandungannya yaitu minyak, air, dan massa jenis minyak akan ditampung pada continuous setting tank.

Kemudian, kandungan minyaknya dibawa ke oil tank. Sementara, untuk fase berat berisikan minyak, air, serta massa berat ditampung di sludge tank. Kemudian dibawa ke sludge separator agar dipisahkan.

  1. Pemurnian Minyak

Untuk memurnikan minyak, minyak dimasukkan ke vacuum dryer. Fungsinya adalah membuang air yang terdapat di dalam minyak.

Setelah Anda melewati proses ini, maka minyak yang sudah menjadi minyak murni dituangkan ke oil storage untuk dikemas.

Jadi minyak goreng adalah minyak yang sudah murni dan bebas dari air. Dengan begitu, Anda sudah tahu kan kalau ada minyak goreng yang masih mengandung air, artinya kemurniannya masih diragukan.

Jika Anda butuh minyak goreng berkualitas tinggi, bisa kunjungi Alfagift.id, pesan keperluan Anda sekarang juga via online dengan belanja disini.