Minyak goreng adalah bahan pokok yang hampir selalu ada di dapur. Setiap kali memasak, Moms tentu akan membutuhkan minyak goreng untuk menumis bumbu atau menggoreng bahan makanan.
Kini ada berbagai jenis minyak goreng yang ada di pasaran, mulai yang terbuat dari kelapa hingga biji bunga matahari. Hal ini seringkali membuat kita bingung menentukan mana minyak goreng yang terbaik dan sesuai kebutuhan.
Nah, dalam artikel ini akan diulas 6 jenis minyak goreng yang paling banyak dijumpai dan masing-masing kelebihannya. Simak ya, Moms!
Apa Saja Jenis Minyak Goreng di Pasaran?
Setiap jenis minyak goreng memiliki karakteristik dan kandungan yang berbeda-beda. Hal tersebut dapat memengaruhi rasa dan kualitas makanan yang dihasilkan. Adapun beberapa jenis minyak yang paling banyak ditemui, di antaranya:
1. Minyak Goreng Kelapa
Minyak goreng yang pertama adalah minyak kelapa. Minyak dengan memiliki aroma harum dan mampu menghasilkan makanan dengan cita rasa khas.
Di dalamnya terdapat asam laurat yang bersifat antimikroba dan antijamur. Kandungan ini dapat membantu membunuh bakteri jahat dalam tubuh.
Minyak goreng kelapa lebih cocok digunakan untuk menumis atau menggoreng pada api sedang. Hal ini karena titik asapnya yang rendah sehingga apabila dipanaskan terlalu tinggi akan merusak kualitas dan menurunkan manfaatnya.
2. Minyak Goreng Sawit
Minyak goreng yang banyak beredar di pasaran berikutnya berasal dari kelapa sawit. Berasal dari ekstrak daging buah kelapa sawit, minyak ini telah melalui proses pemurnian agar terbebas dari kontaminan.
Selain itu, terdapat kandungan vitamin E, antioksidan, serta asam lemak jenuh dan tak jenuh. Dengan kandungan asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang, minyak ini dapat dikonsumsi setiap hari.
Minyak sawit memiliki titik asap yang tinggi. Jadi, cocok digunakan untuk berbagai masakan, mulai dari menggoreng, menumis, dan membuat berbagai olahan makanan.
3. Minyak Goreng Jagung
Minyak goreng jagung sering direkomendasikan sebagai alternatif minyak sayur yang sehat. Hal ini karena kandungan asam lemak jenuhnya lebih rendah. Sebaliknya, asam lemak tak jenuh ganda pada minyak jagung cukup tinggi sehingga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Minyak jagung memiliki rasa yang ringan sehingga membuat makanan tidak terasa berminyak. Namun, minyak ini mudah teroksidasi jika dipanaskan pada suhu terlalu tinggi dan dapat membuat nutrisinya berkurang.
4. Minyak Goreng Kanola
Minyak goreng kanola dibuat dari ekstrak biji tanaman rapeseed yang dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Di dalamnya terdapat kandungan plant sterols, senyawa yang mampu membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh.
Selain itu, menurut studi Food & Nutrition Research, minyak ini mengandung vitamin K yang tinggi yaitu sekitar 127 mikrogram untuk setiap 100 ml. Vitamin tersebut akan membantu mencegah perdarahan dan menjaga jaringan tulang.
Sayangnya, minyak kanola memiliki titik asap yang rendah sehingga akan mudah berasap pada api besar. Jadi, akan lebih cocok dipakai menumis atau baluran daging panggang.
5. Minyak Goreng Kedelai
Jenis minyak goreng yang tinggi vitamin K lainnya adalah minyak goreng kedelai. Kandungan vitamin K di dalamnya mencapai 193 mikrogram per 100 ml.
Minyak goreng kedelai juga mengandung asam lemak tak jenuh berupa asam oleat dan asam linoleat yang baik untuk jantung. Di samping itu, minyak ini juga mengandung asam lemak jenuh yang bersifat netral dan tidak memberikan efek pada kolesterol di tubuh.
6. Minyak Goreng Biji Bunga Matahari
Jenis minyak yang bagus berikutnya adalah minyak dari biji bunga matahari. Minyak ini mengandung 85% asam oleat dan asam linoleat yang dapat membantu fungsi jantung. Selain itu, terdapat kandungan antioksidan berupa vitamin E, fenol, dan karotenoid.
Minyak biji bunga matahari tidak mudah berasap meskipun pada api panas sekalipun. Jadi, akan cocok untuk metode menggoreng deep frying.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Minyak
Agar lebih mudah untuk memilih jenis minyak goreng di atas, Moms juga bisa memahami kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut tabel ringkasan kelebihan dan kekurangan masing-masing minyak goreng.
| Jenis Minyak | Kelebihan | Kekurangan |
| Minyak Kelapa | aromanya khas, mengandung asam laurat | tinggi lemak jenuh, titik asap rendah |
| Minyak Sawit | mudah didapatkan, stabil pada suhu tinggi, kaya vitamin E | tinggi asam palmitat (lemak jenuh) |
| Minyak Jagung | tinggi lemak tak jenuh, rasanya ringan | tidak cocok untuk deep frying, mudah teroksidasi |
| Minyak Kanola | rendah lemak jenuh, tinggi vitamin K | titik asap rendah, aroma kurang khas |
| Minyak Kedelai | tinggi vitamin K, titik asap tinggi, serbaguna | rentan oksidasi pada suhu tinggi, mudah tengik |
| Minyak Biji Bunga Matahari | tinggi lemak tak jenuh, kaya antioksidan, rasanya ringan, titik asap tinggi | tinggi omega-6 |
Minyak Terbaik untuk Menggoreng vs Menumis
Memilih minyak goreng yang sesuai dengan kebutuhan akan membuat masakan lebih enak dan sehat. Tapi, tahukah Moms bahwa tidak semua jenis minyak goreng cocok untuk berbagai jenis masakan? Apalagi ketika ingin menggoreng atau menumis, Moms butuh minyak goreng dengan karakteristik yang berbeda.
Tidak semua jenis minyak goreng cocok untuk menggoreng karena beberapa bersifat mudah teroksidasi atau tidak stabil pada suhu tinggi. Beberapa jenis minyak yang cocok untuk menggoreng yaitu, minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak biji bunga matahari.
Nah, menumis biasanya hanya memerlukan panas sedang. Jadi, Moms bisa pilih minyak yang lebih ringan dan aromanya khas agar masakan yang dihasilkan makin nikmat. Beberapa pilihan yang cocok yaitu, minyak kelapa, minyak kedelai, minyak jagung, minyak kanola, dan minyak biji bunga matahari.
Demikian penjelasan seputar macam-macam minyak goreng yang ada di pasaran. Moms bisa memilih minyak goreng yang sesuai dengan kebutuhan. Semua jenis minyak goreng di atas bisa didapatkan di Alfagift. Belanja dengan mudah dari rumah, banyak promo, dan tanpa biaya ongkir. Yuk, download aplikasi Alfagift sekarang!
