Alergi susu formula pada anak biasanya terjadi karena reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap protein pada susu atau produk turunannya.
Sebenarnya, keluhan ini bisa dialami siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Hanya saja, anak-anak biasanya memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah, sehingga membutuhkan penanganan secara tepat ketika mengalami alergi.
Nah, untuk mengetahui ciri-ciri alergi susu formula pada anak, simak artikel berikut ya!
Pentingnya ASI untuk Pertumbuhan Bayi
Sebelum mengetahui ciri-ciri alergi susu formula pada bayi, orang tua juga perlu tahu pentingnya pemberian ASI eksklusif. ASI adalah sumber nutrisi utama untuk bayi yang baru lahir hingga usia 6 bulan.
ASI sebagai nutrisi bayi baru lahir merupakan hal yang tidak dapat digantikan dengan sumber makanan lain, termasuk susu formula.
Ini karena nutrisi pada susu formula tidak dapat mengimbangi nutrisi dalam ASI. Adapun beberapa manfaat ASI untuk bayi, antara lain:
- Menjaga bayi dari risiko alergi
- Kandungan gizinya sesuai kebutuhan bayi untuk menunjang pertumbuhan fisik dan kecerdasan.
- Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan, dan sistem pernapasan bayi.
- Aman dan tentunya terjaga kebersihannya karena diberikan langsung dalam keadaan segar.
- Menjaga kesehatan bayi agar tidak sering sakit.
- Bayi bisa lebih sehat dan lincah.
Ciri-Ciri Alergi Susu Formula pada Bayi
Tanda alergi susu formula pada anak biasanya akan berbeda-beda. Meskipun biasanya reaksi awalnya akan cenderung ringan, namun beberapa saat dapat lebih parah jika tidak segera diatasi.
Jadi sangat penting untuk orang tua mengenali tanda-tanda alergi berikut ini agar dapat memberikan penanganan yang tepat.
Perut Kembung
Saat mengalami alergi susu, biasanya perut anak akan kembung. Ini karena sistem pencernaanya tidak nyaman, bahkan dapat memicu mual dan muntah.
Diare
Diare adalah pertanda alergi susu formula yang sering terjadi. Biasanya reaksi akan terjadi sangat cepat, bahkan ketika bayi masih meminum susu.
Ini karena sistem pencernaan bayi tidak dapat menerima gula alami atau senyawa di dalam susu formula. Sehingga akan membuat anak menjadi kekurangan cairan dan lemas.

Merah di Kulit
Pertanda lain yang muncul ketika anak alergi susu formula adalah mengalami bintik merah di kulit. Apalagi bayi yang baru lahir biasanya kulitnya sangat sensitif.
Bintik merah yang muncul tersebut bisa menyebabkan rasa gatal dan membentuk ruam pada kulit. Efek samping ini biasanya akan muncul dengan cepat setelah anak minum susu.

Menolak Ketika Diberikan Susu
Si kecil juga dapat menangis saat menelan susu apabila mereka memiliki alergi. Mungkin sebagian orang tua menganggap hal ini karena rasa susu yang kurang enak.
Namun sebenarnya ini disebabkan karena tenggorokan anak terasa sakit dan sesak. Selain itu, alergi susu juga bisa menyebabkan pembengkakan di sekitar lidah dan tenggorokan.
Mengi atau Napas Berbunyi
Mengi atau napas berbunyi adalah gejala alami yang sering terjadi saat anak alergi susu. Kondisi ini terjadi karena saluran pernapasan anak menghasilkan banyak lendir ketika mengonsumsi susu.
Batuk
Sistem pernapasan yang sensitif karena reaksi alergi susu juga bisa menyebabkan batuk. Ini karena tubuh terutama kerongkongan si kecil menolak zat pada susu dan menyebabkan serak.
Muntah
Sistem pencernaan yang kurang nyaman juga bisa menjadi reaksi alergi susu formula ketika anak meminum susu. Biasanya tanda-tanda ini akan muncul secara langsung setelah pemberian susu.
Wajah Membengkak
Anak yang memiliki alergi susu formula juga bisa menyebabkan pembengkakan di area wajah. Jadi, jika anak mengalami gejala ini setelah meminum susu, segera bawa ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.
Cara Mengatasi Alergi Susu Formula
Setelah mengetahui ciri-ciri alergi karena susu formula pada anak, kamu bisa menerapkan beberapa cara berikut untuk mengatasinya.
Hentikan Pemberian Susu Formula
Jika anak alergi susu, hentikan pemberiannya untuk sementara waktu. Cobalah untuk membawanya ke dokter dan pastikan apakah si kecil alergi atau intoleransi laktosa.
Jika ternyata anak memiliki alergi susu sapi, kemungkinan dokter akan menganjurkan untuk tidak memberikan segala produk olahan susu sapi, seperti yogurt, keju, dan butter.
Sedangkan intoleransi laktosa adalah keluhan yang terjadi karena kurangnya enzim laktase pada tubuh.
Coba Gunakan Susu Alternatif
Jika anak ternyata alergi susu, orang tua bisa memberikan alternatif susu nabati yang terhidrolisis.
Biasanya susu jenis ini dibuat dari biji-bijian seperti kedelai atau kacang hijau. Jangan lupa pastikan susu tersebut aman dikonsumsi sesuai usia anak.
Gunakan Lotion Calamine
Salah satu tanda alergi susu adalah muncul ruam kemerahan pada kulit yang membuat anak merasa kurang nyaman.
Kamu bisa mengoleskan lotion dengan kandungan Calamine untuk menenangkan kulit dan memberikan rasa sejuk. Pastikan kulit anak telah bersih ketika mengoleskan dan hindari melakukannya pada bagian yang terluka.
Kamu juga dapat memberikan lotion ini beberapa kali hingga ruam mereda untuk mencegah perasaan tidak nyaman tersebut datang lagi.
Perhatikan Label Minuman dan Makanan
Sebelum memberikan minuman atau makanan pada anak, pastikan kamu telah membaca label yang ada pada kemasan. Pastikan tidak mengandung susu sapi atau turunannya.
Makanan yang biasanya mengandung susu sapi, namun tidak terlihat adalah biskuit, roti, keripik kentang, coklat, salad dressing, dan masih banyak lagi.
Berikan Cairan Tambahan
Anak yang mengalami alergi susu biasanya akan muntah dan diare. Ini akan membuat tubuh mereka kekurangan cairan tubuh.
Kamu bisa memberikan air putih, oralit, jus apel encer, atau minuman elektrolit yang telah dicampur air dengan perbandingan 1:1.
Demikian informasi seputar ciri-ciri alergi susu formula yang biasanya muncul pada anak dan cara mengatasinya. Jika anak terindikasi memiliki alergi susu sapi, pastikan untuk memilih susu formula yang dibuat dari protein nabati, seperti kedelai.
Kamu bisa mendapatkan berbagai produk susu formula secara mudah di Alfagift. Hanya dari aplikasi, tidak akan mengganggu quality time dengan si kecil. Yuk, download aplikasi Alfagift sekarang!
