Bagi kamu yang sedang diet atau menjaga pola makan, tentu sangat memperhitungkan jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Tidak hanya dari makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kalori minyak goreng untuk memasak.
Kenapa menghitung kalori penting? Hal ini agar kalori yang masuk ke dalam tubuh sesuai dengan kebutuhan energi harian. Kalau kalori yang masuk berlebihan, maka akan diubah menjadi lemak sebagai cadangan makanan.
Lantas, berapa kalori dalam minyak goreng? Yuk, simak informasi lengkapnya pada ulasan berikut!
Berapa Kalori dalam Minyak Goreng?
Setiap merek minyak goreng memiliki kalori yang berbeda-beda. Kisaran kalori minyak goreng yang beredar di pasaran adalah sekitar 70-120 kkal per satu sendok makan. Jadi, akan terus meningkat jumlahnya sesuai kuantitas minyak yang digunakan memasak.
Melansir dari Fatsecret Indonesia, berikut kisaran kalori minyak goreng sawit yang beredar di pasaran:
- Minyak goreng Bimoli memiliki kalori 90 kkal (per 1 sdm)
- Minyak goreng Sania memiliki kalori 80 kkal (per 1 sdm)
- Minyak goreng Sunco memiliki kalori 90 kkal (per 1 sdm)
- Minyak goreng Fortune memiliki kalori 80 kkal (per 1 sdm)
- Minyak goreng Tropical memiliki kalori 70 kkal (per 1 sdm)
- Minyak goreng Filma memiliki kalori 70 kkal (per 1 sdm)
- Minyak goreng Rose Brand memiliki kalori 90 kkal (per 1 sdm)
- Minyak goreng Barco memiliki kalori 120 kkal (per 1 sdm)
Dengan kalori minyak goreng yang cukup tinggi tersebut, sebaiknya kamu memilih minyak dengan kualitas terbaik. Pilih minyak dengan kandungan pelengkap, seperti vitamin E, tokotrienol, polifenol, dan lemak tak jenuh yang tinggi.
Dalam pemakaian minyak, sebaiknya hindari terlalu sering menggunakan pada suhu tinggi melebihi titik asapnya. Hal ini agar minyak tidak teroksidasi dan melepaskan senyawa radikal bebas.
Kalori Tiap Jenis Minyak
Bagi kamu yang sedang diet, sebaiknya pilih minyak goreng dengan kalori rendah. Selain dapat membantu mengurangi asupan kalori harian, minyak yang rendah kalori juga lebih sehat.
Selain mempertimbangkan jumlah kalorinya, kamu juga melihat jumlah lemak jenuh dan lemak tak jenuhnya. Pasalnya, minyak kelapa sawit mengandung 50% lemak jenuh yang dapat memicu kadar kolesterol dalam tubuh. Hal ini tidak akan mengganggu proses diet kamu, tetapi juga tidak baik untuk kesehatan jantung.
Menurut American Heart Association, ada beberapa jenis minyak yang kadar kolesterolnya lebih rendah dibandingkan minyak sawit. Di antaranya yaitu, minyak jagung, kanola, kacang, kedelai, biji bunga matahari, zaitun, dan biji anggur.
Berikut perbandingan kandungan kalori dan lemak jenuh pada masing-masing minyak tersebut menurut Fatsecret Indonesia.
| Jenis Minyak | Jumlah Kalori (per 1 sdm) | Jumlah Lemak Jenuh |
| Minyak Sawit | ~70-120 kkal | 4 gram |
| Minyak Kelapa | 120 kkal | 12 gram |
| Minyak Kanola | 124 kkal | 0,994 gram |
| Minyak Zaitun | 119 kkal | 1,864 gram |
| Minyak Biji Bunga Matahari | 120 kkal | 1,401 gram |
| Minyak Kedelai | 120 kkal | 2,12 gram |
| Minyak Jagung | 80 kkal | 1,500 gram |
| Minyak Kacang | 120 kkal | 2 gram |
| Minyak Biji Anggur | 120 kkal | 1 gram |
Meskipun dinilai lebih baik, kamu tetap harus memperhatikan takaran pemakaiannya karena beberapa jenis minyak rendah lemak memiliki kalori yang tinggi. Selain itu, kamu juga bisa menerapkan pola hidup sehat agar diet yang dijalankan memberikan hasil nyata.
Efek Konsumsi Minyak Berlebihan
Mengonsumsi minyak secara berlebihan akan menyebabkan penumpukan lemak pada tubuh. Lemak tersebut akan mengendap pada pembuluh darah dan perut.
Dilansir Hellosehat, penumpukan lemak berlebih dapat memicu berbagai risiko kesehatan, di antaranya:
1. Memicu Pertumbuhan Jerawat
Meskipun tidak menjadi penyebab langsung timbulnya jerawat, tetapi konsumsi minyak berlebihan akan membuat keseimbangan hormon dalam tubuh terganggu. Hal inilah yang akhirnya memicu munculnya jerawat di wajah.
Tidak hanya itu, makanan berminyak juga dapat merangsang kerja kelenjar minyak pada kulit. Akibatnya, pori-pori kulit akan tertutup dan tumbuh jerawat.
2. Gangguan Pencernaan
Kamu sering mengalami gangguan pencernaan? Mungkin tanpa sadar, salah satu penyebabnya adalah terlalu sering konsumsi makanan berminyak.
Proses pencernaan lemak dalam tubuh cenderung lebih lama dibandingkan zat lainnya. Lambung akan bekerja lebih keras untuk memecahkan lemak dari makanan berminyak sehingga kamu mungkin akan merasa mual, kembung, dan sakit perut.
Makanan berminyak juga bisa memicu berbagai penyakit sistem pencernaan. Misalnya seperti muntaber, kram perut, dan sindrom iritasi usus.
3. Obesitas
Asupan lemak berlebihan yang tidak diiringi dengan pola makan dan gaya hidup sehat dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas. Hal itu merupakan faktor risiko penyebab berbagai gangguan kesehatan, mulai dari diabetes, radang sendi, dan gangguan jantung.
4. Meningkatkan Risiko Gangguan Jantung dan Diabetes
Efek konsumsi minyak berlebih yang terakhir adalah dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan kolesterol. Berdasarkan riset dari Harvard School of Public Health, orang yang makan gorengan 4-6 kali seminggu akan berisiko mengalami diabetes tipe 2. Tidak hanya itu, risiko penyakit jantung juga dapat meningkat hingga 23%.
Itulah penjelasan seputar jumlah kalori minyak goreng dan risiko apabila kamu konsumsi secara berlebihan. Rata-rata kalori yang ada dalam minyak goreng adalah sekitar 70-120 kkal.
Bagi pejuang diet, pilih alternatif minyak sehat seperti, minyak kanola, biji bunga matahari, jagung, atau zaitun karena kandungan lemak jenuhnya lebih rendah. Meskipun demikian, tetap perhatikan jumlah penggunaannya agar badan tetap sehat dan tidak mengganggu dietmu.Dapatkan berbagai jenis minyak goreng di Alfagift. Lebih praktis karena tidak perlu keluar rumah, banyak diskon menarik, dan gratis ongkir! Yuk, download aplikasi Alfagift sekarang!
Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2025. Healthy Cooking Oils
Fatsecret Indonesia. Diakses pada 2025. Kalori Gizi Minyak Goreng
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2025. Eating fried foods tied to increased risk of diabetes heart disease
Hellosehat. Diakses pada 2025. Makanan Berminyak Bisa Menimbulkan 7 Bahaya Ini!
