Keputihan merupakan cairan yang keluar dari vagina dan berfungsi untuk membersihkan serta menjaga keseimbangan bakteri di area intim. Secara alami, keputihan membantu mengeluarkan sel-sel mati dan kotoran dari dalam vagina, sehingga mencegah infeksi. Kamu perlu memahami bagaimana cara mengatasi keputihan agar tidak mengganggu keseharian.
Keputihan bisa menjadi masalah jika disertai dengan perubahan warna, bau, atau konsistensi, serta gejala lain seperti gatal atau nyeri. Mengenali keputihan normal dan tidak normal sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita.
Pada artikel ini, Alfagift akan menjelaskan secara detail mengenai apa itu keputihan, penyebab keputihan, dan cara mengatasinya. Untuk lebih jelasnya, simak artikel di bawah ini!
Penyebab Keputihan
Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Hal ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan dan menjaga kesehatan area kewanitaan. Keputihan normal biasanya berwarna putih atau bening, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal atau iritasi.
Menurut Setyana (2012) dalam repository Poltekkes Denpasar, ada 4 faktor penyebab utama keputihan, diantaranya:
Keputihan Fisiologis (Normal)
Keputihan fisiologis adalah bagian dari siklus alami tubuh wanita dan biasanya terjadi pada waktu tertentu, seperti:
- Sebelum dan sesudah menstruasi: Cairan ini membantu membersihkan sisa-sisa menstruasi.
- Masa ovulasi: Pada masa ovulasi, cairan keputihan biasanya lebih banyak, bening, dan lebih licin sebagai tanda masa subur.
- Kehamilan: Selama kehamilan, kadar hormon estrogen yang meningkat bisa menyebabkan produksi keputihan yang lebih banyak. Ini berfungsi untuk melindungi vagina dari infeksi.
- Saat gairah seksual: Ketika seorang wanita terangsang, tubuh akan menghasilkan cairan pelumas alami untuk memudahkan hubungan seksual.
Keputihan Faktor Konstitusi
Keputihan ini disebabkan karena kondisi fisik dan kesehatan tubuh seseorang secara keseluruhan. Faktor konstitusi melibatkan keadaan internal tubuh yang dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dan sistem kekebalan tubuh, sehingga memicu keputihan, seperti:
- Kelelahan fisik: Ketika tubuh terlalu lelah atau kurang istirahat. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan hormon dan meningkatkan risiko terjadinya keputihan.
- Stress emosional: Masalah emosional seperti kecemasan, tekanan pekerjaan, atau masalah keluarga dapat mempengaruhi hormon tubuh dan menyebabkan keputihan sebagai reaksi dari stres.
- Status imun yang menurun: Apabila daya tahan tubuh lemah, tubuh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk di area vagina. Hal ini dapat menyebabkan keputihan abnormal.
- Penggunaan obat-obatan: Penggunaan obat tertentu, terutama antibiotik atau obat hormonal, bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik di vagina, memicu infeksi, dan menyebabkan keputihan.
Penyebab Keputihan karena Iritasi
Keputihan juga dapat disebabkan karena iritasi, seperti:
- Penggunaan sabun khusus area intim: Beberapa sabun yang digunakan untuk membersihkan organ intim mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan iritasi, sehingga memicu keputihan.
- Penggunaan pembilas atau pengharum vagina: Produk-produk ini dapat mengganggu keseimbangan alami vagina dan menyebabkan iritasi, yang berujung pada keputihan.
- Iritasi akibat pakaian: Celana yang terlalu ketat atau terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat dapat menyebabkan gesekan dan iritasi pada area genital, yang akhirnya memicu keputihan.
Penyebab Keputihan karena Kondisi Patologis
Keputihan dapat disebabkan oleh masalah kesehatan atau penyakit yang terjadi di dalam tubuh, terutama di area reproduksi. Kondisi patologis biasanya berhubungan dengan infeksi, peradangan, atau gangguan serius lainnya. Berikut ini beberapa penyebab keputihan yang terkait dengan kondisi patologis:
- Benda asing di dalam vagina: Kehadiran benda asing, seperti tampon yang terlupa atau alat kontrasepsi bisa menyebabkan infeksi dan keputihan.
- Infeksi oleh jamur, virus, atau parasit: Infeksi pada vagina oleh mikroorganisme seperti jamur, virus, atau parasit dapat memicu keputihan dengan gejala lain seperti gatal atau bau.
- Tumor atau kanker pada alat kelamin: Tumor atau kanker pada organ reproduksi juga bisa menyebabkan keputihan yang tidak normal, biasanya disertai dengan tanda-tanda lain seperti pendarahan atau nyeri.

Cara Mengatasi Keputihan
Bagi kamu yang sering mengalami keputihan, kamu bisa lakukan 10 cara ini agar keputihan kamu dapat teratasi. Berikut ini detailnya:
Cuci Bersih Area Vagina
Cara yang aman dan mudah untuk mengatasi keputihan adalah dengan mencuci area vagina hanya menggunakan air bersih. Lakukan dengan lembut agar area tersebut tetap bersih dari keputihan.
Setelah buang air atau mandi, selalu usap dari depan ke belakang agar bakteri tidak masuk ke dalam vagina.
Hindari Produk Kewanitaan Sembarangan
Jangan gunakan sabun beraroma, produk feminin, atau cairan pembersih (douche) ke dalam vagina. Kamu hanya perlu mencuci bagian luar vagina dengan air tanpa memasukkan sabun ke dalam.
Gunakan Kondom saat Berhubungan Seksual
Untuk mencegah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menyebabkan keputihan, pertimbangkan menggunakan kondom atau metode penghalang lainnya saat berhubungan intim. Pastikan juga mainan seks yang digunakan dibersihkan dengan baik untuk mencegah infeksi.
Rutin Mengganti Tampon atau Pembalut
Gantilah tampon atau pembalut secara rutin untuk menjaga kebersihan area vagina dan mencegah pertumbuhan jamur yang bisa memicu keputihan.
Gunakan Minyak Pohon Teh
Minyak pohon teh adalah minyak esensial yang bisa membantu membunuh jamur, bakteri, dan virus. Penelitian menunjukkan bahwa minyak ini bisa membantu mengatasi infeksi vagina.
Kamu bisa menggunakan obat berbentuk suppositoria (obat padat) yang mengandung minyak pohon teh, tapi gunakan dengan hati-hati, terutama jika kulit kamu sensitif.
Konsumsi Yoghurt
Yoghurt mengandung bakteri baik yang penting untuk menjaga kesehatan area vagina. Kamu bisa mengonsumsi yoghurt atau mengoleskannya di sekitar area luar vagina.
Jika tidak suka yoghurt, kamu bisa mengonsumsi suplemen probiotik atau makanan probiotik lainnya.
Konsumsi Bawang Putih
Bawang putih dapat membantu membunuh jamur penyebab infeksi vagina, walaupun tidak sekuat obat anti jamur. Kamu bisa menambahkannya ke dalam makanan sehari-hari. Hindari memasukkan bawang putih ke dalam vagina, karena bisa menyebabkan iritasi atau luka.
Konsumsi Vitamin C
Vitamin C membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi jamur. Kamu bisa menambah asupan vitamin C dari makanan untuk membantu tubuh mengatasi infeksi. Jangan mengoleskan vitamin C langsung pada area vagina karena bisa menyebabkan iritasi.
Konsumsi Vitamin E
Vitamin E juga bisa membantu mengurangi peradangan akibat infeksi jamur. Beberapa dokter merekomendasikan penggunaan supositoria (obat padat) atau minyak vitamin E untuk mengatasi iritasi pada vagina dan mencegah infeksi lebih lanjut.
Memakai Pantyliner
Menggunakan pantyliner saat mengalami keputihan bisa membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan. Pilih pantyliner yang lembut, bebas pewangi, dan aman untuk kulit sensitif agar tidak menyebabkan iritasi.
Pastikan untuk menggantinya setiap beberapa jam agar area vagina tetap kering dan terhindar dari infeksi. Namun, pantyliner sebaiknya hanya digunakan saat diperlukan, karena penggunaan berlebihan bisa membuat area vagina lembap dan memicu pertumbuhan bakteri.
Selain itu, tetap jaga kebersihan dengan mencuci area intim menggunakan air bersih dan pilih pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun untuk menjaga sirkulasi udara.
Nah itu dia, penyebab dan cara mengatasi keputihan. Bagi kamu yang ingin membeli produk pantyliner untuk mencegah terjadinya keputihan, kamu bisa memesannya di Alfagift.
Di Alfagift, kamu bisa berbelanja kapan saja dan dimana saja. Yuk, buruan download aplikasi Alfagift sekarang juga dan temukan banyak promo menarik khusus buatmu!
