Menstruasi adalah proses alami yang dialami setiap perempuan sebagai bagian dari siklus reproduksi. Meskipun terjadi setiap bulan, banyak perempuan yang belum sepenuhnya memahami fase menstruasi mereka.
Memahami siklus menstruasi dengan baik sangat penting untuk mengenali kondisi tubuh, merencanakan kehamilan, atau mendeteksi masalah kesehatan.
Pada artikel ini, Alfagift akan membahas 4 fase utama dalam siklus menstruasi yang penting untuk diketahui oleh setiap perempuan. Untuk lebih jelasnya, simak artikel di bawah ini!
Apa Itu Menstruasi?
Haid atau menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi setiap bulan. Menstruasi merupakan bagian normal dari siklus organ reproduksi wanita, biasanya dimulai sekitar usia 12 tahun dan berlanjut hingga menopause.
Secara umum, menstruasi terjadi karena organ reproduksi wanita bersiap untuk kemungkinan kehamilan setiap bulan.
Proses ini ditandai dengan pelepasan sel telur dari indung telur ke tuba falopi, serta penebalan lapisan rahim yang disebut endometrium. Jika tidak terjadi pembuahan, lapisan endometrium ini akan luruh, mengakibatkan keluarnya darah melalui vagina.
4 Fase Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi terdiri dari empat fase, masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Setiap fase ini memberikan pengaruh yang berbeda, baik secara fisik maupun emosional pada wanita.
Tidak heran jika suasana hati wanita cenderung berubah-ubah menjelang menstruasi. Selain itu, perubahan fisik juga sering terjadi sebagai respons tubuh terhadap siklus menstruasi. Agar lebih jelas, berikut 4 fase siklus menstruasi yang perlu kamu pahami:
Fase Menstruasi atau Pendarahan (Hari ke-1 sampai 5)
Pada fase ini, sel telur yang sudah dilepaskan oleh ovarium tidak dibuahi oleh sperma. Karena tidak terjadi kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh akan menurun.
Akibatnya, lapisan rahim yang sebelumnya menebal untuk mempersiapkan kehamilan tidak lagi dibutuhkan, sehingga lapisan tersebut meluruh dan keluar dari tubuh melalui vagina.
Proses ini melibatkan darah, lendir, dan jaringan dari rahim yang keluar bersamaan. Fase menstruasi biasanya berlangsung antara 3 hingga 7 hari, namun pada beberapa wanita, fase ini bisa lebih lama.

Fase Folikuler (Hari ke-1 sampai 13)
Setelah fase menstruasi, tubuh memasuki fase folikuler. Fase ini dimulai bersamaan dengan hari pertama menstruasi dan berlangsung hingga ovulasi terjadi.
Pada fase ini, hipotalamus, bagian dari otak, mengirimkan sinyal kepada kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon perangsang folikel (FSH). Hormon FSH ini merangsang ovarium untuk memproduksi 5 hingga 20 kantong kecil yang disebut folikel. Masing-masing folikel berisi sel telur yang belum matang.
Hanya satu folikel yang akan matang dan sel telur di dalamnya siap untuk dilepaskan saat ovulasi. Folikel yang matang akan meningkatkan produksi estrogen, yang berfungsi untuk menebalkan lapisan rahim, mempersiapkannya untuk kehamilan.
Fase ini biasanya berlangsung sekitar 16 hari, meskipun durasinya bisa bervariasi antara 11 hingga 27 hari.
Fase Ovulasi (Hari ke-14)
Pada fase ovulasi, sel telur yang matang dilepaskan dari ovarium dan bergerak menuju tuba falopi. Di sini, sel telur bersiap untuk dibuahi. Sel telur ini hanya mampu bertahan hidup selama 24 jam.
Jika dalam waktu tersebut tidak terjadi pembuahan oleh sperma, sel telur akan mati dan diserap oleh tubuh. Namun, jika sel telur bertemu dengan sperma, maka pembuahan dapat terjadi.
Selama ovulasi, wanita mungkin mengalami beberapa tanda fisik, seperti peningkatan suhu tubuh basal dan keluarnya cairan dari vagina yang lebih tebal dan elastis.
Fase ini biasanya terjadi di sekitar hari ke-14 pada siklus menstruasi yang normalnya berlangsung 28 hari.
Fase Luteal (Hari ke-15 sampai 28)
Fase luteal adalah fase terakhir dalam siklus menstruasi dan dimulai setelah ovulasi. Pada fase ini, folikel yang telah melepaskan sel telur berubah menjadi korpus luteum, yang kemudian menghasilkan hormon progesteron.
Hormon ini bertugas untuk menjaga agar lapisan rahim tetap tebal, mempersiapkannya untuk kemungkinan kehamilan. Jika terjadi pembuahan, tubuh akan menghasilkan hormon human chorionic gonadotropin (HCG) yang membantu mempertahankan korpus luteum agar terus memproduksi hormon progesteron dan menjaga lapisan rahim tetap utuh.
Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan menyusut dan diserap oleh tubuh, menyebabkan penurunan kadar hormon progesteron. Penurunan ini akan memicu menstruasi berikutnya.
Pada fase ini, banyak wanita mengalami gejala sindrom pramenstruasi (PMS), seperti kembung, perubahan suasana hati, dan nyeri payudara. Fase luteal biasanya berlangsung selama 11 hingga 17 hari.
Gejala Saat Menstruasi
Gejala saat menstruasi bervariasi pada setiap wanita, tetapi umumnya ada beberapa tanda yang sering dirasakan sebelum dan selama menstruasi. Berikut adalah beberapa gejala yang biasanya terjadi:
Kram Perut
Ini merupakan salah satu gejala paling umum yang dialami oleh wanita saat menstruasi. Kram terjadi karena kontraksi otot-otot rahim yang membantu meluruhkan lapisan dinding rahim. Intensitas kram dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, dan biasanya dirasakan di bagian bawah perut.
Perubahan Suasana Hati
Selama menstruasi, perubahan hormon dapat menyebabkan wanita merasa lebih emosional. Beberapa wanita mungkin menjadi lebih mudah marah, sedih, atau cemas tanpa alasan yang jelas.
Payudara Terasa Nyeri atau Bengkak
Sebelum dan selama menstruasi, payudara bisa menjadi lebih sensitif dan terasa bengkak. Ini terjadi karena perubahan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.
Kelelahan
Selama menstruasi, tubuh mungkin terasa lebih lelah dari biasanya. Tingkat energi bisa menurun, sehingga membuat wanita merasa cepat lelah dan membutuhkan lebih banyak istirahat.
Sakit Kepala
Beberapa wanita mungkin mengalami sakit kepala atau migrain akibat perubahan hormon selama siklus menstruasi.
Kembung
Perut kembung atau terasa penuh adalah gejala lain yang sering dialami saat menstruasi. Ini disebabkan oleh retensi air dalam tubuh akibat fluktuasi hormon.
Nafsu Makan Meningkat
Perubahan hormon juga bisa mempengaruhi nafsu makan,. Hal ini membuat beberapa wanita merasa lebih lapar atau menginginkan makanan tertentu, seperti makanan manis atau berkarbohidrat tinggi.
Nyeri Punggung Bawah
Nyeri atau ketegangan di bagian punggung bawah sering kali menyertai kram perut selama menstruasi. Ini terjadi karena kontraksi otot-otot rahim juga mempengaruhi area sekitar punggung.

Nah itu dia, pengertian menstruasi, fase siklus menstruasi, dan gejala saat menstruasi. Bagi kamu yang sedang mencari obat pereda rasa nyeri saat menstruasi, seperti kiranti , kamu bisa memesannya di Alfagift.
Di Alfagift, kamu bisa memesan apa saja yang kamu butuhkan, seperti pembalut, minuman pereda rasa nyeri saat haid, atau vitamin kapan saja dan di mana saja. Yuk, buruan download aplikasi Alfagift sekarang juga dan temukan berbagai promo menarik khusus untukmu!
