Garam adalah salah satu bahan yang hampir selalu ada di setiap dapur. Selain memberi rasa pada masakan, garam juga memiliki berbagai fungsi penting. Fungsi ini mulai dari untuk menjaga kualitas makanan hingga mendukung kesehatan tubuh.
Namun, untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal, menyimpan garam dapur dengan cara yang tepat juga sangat penting, lho! Artikel ini akan membahas berbagai fungsi garam dapur dan cara menyimpannya dengan tepat. Yuk, baca sampai selesai, ya!
Apa Itu Garam Dapur?
Sebelum memahami fungsinya, mari kita bahas terlebih dahulu yang dimaksud dengan garam dapur. Garam dapur adalah jenis garam yang paling umum digunakan untuk kebutuhan dapur.
Secara kimia, garam dapur tersusun dari dua unsur utama, yaitu natrium (Na) dan klorida (Cl). Oleh karena itu, garam dapur sering disebut dengan istilah natrium klorida (NaCl).
Umumnya, garam dapur berbentuk kristal putih dengan ukuran butiran halus maupun sedang. Di pasaran, garam dapur tersedia dalam dua kategori, yaitu garam beriodium dan non-iodium.
Garam beriodium diperkaya dengan tambahan mineral iodium yang berfungsi untuk mencegah penyakit gondok akibat kekurangan iodium. Oleh karena itu, untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat lebih dianjurkan menggunakan garam beriodium.
Selain itu, garam dapur juga dapat berasal dari dua sumber utama, yakni:
- Garam laut: diperoleh dari penguapan air laut yang menghasilkan kristal garam.
- Garam tambang: berasal dari endapan garam batu yang ditambang, kemudian dimurnikan sebelum dipasarkan.
Beberapa produsen menambahkan sedikit zat anti kempal agar garam dapur tetap mudah ditaburkan. Cara ini sangat berguna terutama di daerah dengan kelembapan tinggi. Zat ini aman digunakan dan sudah disesuaikan dengan standar pangan.
Fungsi Garam Dapur dalam Masakan
Setelah kamu memahami penjelasan tentang garam dapur, tentunya kamu perlu mengetahui fungsi garam dapur di dalam masakan. Berikut beberapa fungsinya.
1. Memberi dan Menyeimbangkan Rasa Makanan
Garam dapur mampu menonjolkan cita rasa alami bahan makanan. Sedikit garam pada sup dapat membuat sayur terasa lebih segar dan gurih. Untuk dessert atau kue manis, garam dapur juga sering ditambahkan untuk menyeimbangkan rasa manis.
2. Membantu Proses Brining
Merendam daging atau ayam dalam larutan garam (brining) dapat membuat teksturnya lebih empuk dan tetap juicy. Cara ini juga membantu daging menyerap air serta bumbu dengan lebih baik sehingga hasil masakan terasa lebih nikmat.
3. Mengatur Tekstur Sayuran Dan Buah
Ketika menumis sayuran, garam membantu mengurangi air berlebih sehingga teksturnya tetap renyah. Garam dalam acar atau pickles tidak hanya menjaga kerenyahan, tetapi juga membuat makanan tersebut lebih awet.
4. Membantu Pembentukan Adonan
Dalam proses baking roti, garam dapur berperan penting untuk memperkuat jaringan gluten pada tepung. Gluten yang kuat membuat adonan lebih elastis dan stabil. Kondisi ini memungkinkan adonan menahan gas hasil fermentasi sehingga roti dapat mengembang dengan baik dan teksturnya menjadi fluffy.
Garam juga mampu mengontrol ragi agar proses proofing lebih balance. Selain itu, dengan menambahkan garam pada adonan roti akan membuat rasa roti tidak hambar.
5. Pengawet Alami
Garam dapur sudah digunakan sejak lama sebagai pengawet makanan. Penggunaan garam dapur bisa ditemukan pada ikan asin, sambal, atau fermentasi sayuran. Selain menghambat pertumbuhan bakteri, garam juga menjaga bahan makan tersebut tetap fresh dan tahan lama.
6. Menjaga Warna dan Aroma
Dalam beberapa masakan, garam dapur berfungsi mempertahankan warna alami sayuran. Biasanya, garam dapur digunakan untuk merebus sayuran hijau, seperti brokoli, sawi, dan bayam. Selain itu, garam juga mampu menonjolkan aroma rempah serta bahan lainnya, ya.

Garam dapur dan garam Himalaya di dalam mangkuk. Source: Wavebreak Media/Freepik
Apakah Garam Dapur Sama dengan Garam Biasa?
Meskipun istilah “garam dapur” sering dipakai bergantian dengan “garam biasa”, sebenarnya ada beberapa perbedaan penting yang perlu dipahami.
Garam dapur adalah garam yang diproses khusus untuk kebutuhan rumah tangga. Umumnya, garam dapur bertekstur halus dan mudah larut sehingga cocok untuk memasak dan memberi rasa pada masakan.
Sementara itu, garam lain seperti garam laut, garam kosher, atau garam Himalaya memiliki tekstur, ukuran kristal, dan kandungan mineral yang berbeda.
Garam laut punya butiran lebih besar dan mengandung mineral alami. Garam kosher memiliki kristal kasar yang mudah ditaburkan ke makanan. Selain itu, garam Himalaya berwarna merah muda karena kandungan mineral yang tinggi.
Garam dapur biasanya ditambah iodium untuk menjaga kesehatan, tapi ada beberapa jenis garam khusus tidak mengandung iodium.
Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih mudah memilih garam sesuai kebutuhan agar masakan lebih lezat dan bermanfaat bagi kesehatan.
Tips Menyimpan Garam Agar Tidak Menggumpal
Di iklim tropis seperti Indonesia, garam dapur sering menggumpal karena kelembapan tinggi. Supaya tetap kering, higienis, dan mudah ditakar, garam perlu disimpan dengan cara yang tepat. Di bawah ini terdapat tips untuk menyimpan garam agar tidak mudah menggumpal.
1. Gunakan Wadah Kedap Udara
Simpan garam dalam wadah tertutup rapat, seperti wadah berbahan kaca atau plastik food grade. Wadah yang kedap udara akan melindungi garam dari kelembapan.
2. Hindari Tempat Lembap
Hindari meletakkan garam di dekat kompor, ketel, atau area dapur yang sering terkena uap panas. Pilihlah lokasi penyimpanan yang sejuk dan kering.
3. Gunakan Sendok Takar Kering
Pastikan untuk selalu menggunakan sendok khusus yang bersih dan kering saat mengambil garam. Hindari menyentuh garam langsung dengan tangan basah agar garam tidak mudah menggumpal.
4. Pisahkan Stok Utama dan Stok Harian
Simpan cadangan garam dalam kemasan yang tertutup rapat, lalu pindahkan secukupnya ke wadah kecil untuk pemakaian sehari-hari.
Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan garam dapur tidak hanya memberi rasa pada makanan, tetapi juga memiliki banyak fungsi lain. Garam berperan dalam menjaga tekstur makanan, meningkatkan kualitas masakan, hingga membantu proses pengawetan makanan. Selain itu, penyimpanan garam dapur yang tepat juga membuat garam lebih awet, higienis, dan tidak mudah menggumpal.
Saatnya berbelanja garam dapur dan kebutuhan dapur lainnya hanya di aplikasi Alfagift.
Selain banyak promo menarik, Alfagift juga memiliki layanan pengantaran instan yang bebas ongkir tanpa minimum belanja.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi Alfagift dan nikmati kenyamanan belanja garam dan kebutuhan rumah tangga lainnya sekarang juga!
