Penggemar coklat di berbagai belahan dunia tak terhitung jumlahnya. Makanan yang berasal dari biji kakao ini bisa diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman yang lezat. Salah satu yang paling mudah dikonsumsi adalah coklat batangan. Saat ini coklat batangan di pasaran banyak sekali ragamnya. Tapi siapa yang pertama kali membuatnya? Temukan jawabannya di bawah ini!
Coklat Batangan Pertama
Diperkirakan, coklat dalam bentuk padat sudah ada di Amerika bahkan sebelum kedatangan Columbus, khusus nya oleh bangsa Aztec. Bubuk coklat yang digiling tidak langsung dijadikan minuman, tapi dipadatkan dulu. Coklat baru diperkenalkan ke peradaban Eropa di awal abad ke-1, kemungkinan besar sudah dalam bentuk padat.
Sampai abad ke-18, coklat hanya dikonsumsi dengan cara diminum. Pengiriman bubuk coklat ke Eropa sangat lambat dan prosesnya sulit, jadi di Eropa harganya amat sangat mahal. Saat itu coklat dijual dalam keadaan padat, bisa berupa kotak, memanjang atau bulatan, lalu dicairkan dengan segelas air atau susu panas untuk diminum. Hanya orang-orang kaya saja yang bisa meminum coklat.
Di abad ke-19 barulah orang berpikir untuk membuat coklat padat yang khusus untuk dimakan. Di awal, coklat dibuat sebagai pelapis kacang, fondant, dan lain sebagainya, seperti yang masih kita kenal sekarang juga. Dari sini, baru muncul coklat batangan. Entah siapa yang pertama kali membuatnya, tapi yang mendapat kredit sebagai pembuat coklat batangan modern adalah Joseph Fry di tahun 1847.
Di tahun 1868, perusahaan kecil asal Inggris, Cadbury, mulai menjual coklat batangan. Beberapa tahun kemudian, perusahaan lainnya memasarkan coklat susu, perusahaan itu adalah Nestle. Setelah itu, mulai bermunculan berbagai merek lainnya. Cadbury dan Nestle masih memasarkan coklat hingga kini dan menjadi perusahaan kelas dunia.
Jenis Coklat Batangan
Makin banyak merek yang berlomba-lomba membuat coklat batangan, membuat tiap perusahaan berlomba-lomba menghasilkan produk yang terbaik. Mau tak mau, perusahaan coklat pun harus inovatif merilis produk yang menarik perhatian konsumen. Apa saja sih jenis coklat batangan yang ada di pasaran saat ini:
1. Dark Chocolate
Jenis yang pertama ini warnanya coklat gelap. Sering disebut dengan semisweet chocolate, rasanya lebih pahit daripada milk chocolate. Rasa dark chocolate bisa berbeda-beda antara merek yang satu dan lainnya, karena tergantung dari kualitas kakaonya. Biasanya rasanya agak manis dengan sentuhan kayu manis.
Dark chocolate sangat baik dijadikan bahan pembuat kue kalau resepnya membutuhkan bahan coklat yang rasanya kata, seperti brownies. Mengonsumsi dark chocolate dalam jumlah yang tepat bisa memberikan manfaat yang baik bagi tubuh. Kalau disimpan dengan baik, dark chocolate bisa bertahan paling lama 20 bulan.
2. Milk Chocolate
Milk chocolate adalah yang paling banyak dikonsumsi oleh kebanyakan orang karena rasanya yang manis. Pembuatnya yang pertama sebenarnya adalah orang Swiss bernama Daniel Peter, yang dibantu oleh tetangganya, Henri Nestle, pengusaha yang spesialisasinya membuat produk susu yang dipadatkan. Tapi milk chocolate yang paling dikenal pertama kali adalah buatan Nestle.
Di Amerika, pembuat karamel asal Pennsylvania, Milton S. Hershey, adalah yang pertama kali membuat milk chocolate buatan Amerika. Ia membuatnya dengan mesin pembuat coklat yang dibelinya di Chicago World’s Fair tahun 1893. Coklat Hershey pun jadi salah satu merek coklat batangan yang paling dikenal sampai sekarang.
3. White Chocolate
Ini adalah jenis coklat batangan yang paling mudah dibedakan karena warnanya yang putih gading atau agak krem. Coklat putih dibuat dari cocoa butter, gula, susu, vanila dan lesitin (emulsifier). Tak heran kalau coklat putih ada aroma vanilanya. Coklat putih yang berkualitas teksturnya lembut, kaya dan creamy.
Coklat putih unik, karena bahan-bahannya tidak menggunakan coklat padat sama sekali. Soalnya, kalau pakai coklat, pasti warnanya jadi gelap. Coklat putih yang berkualitas harus mengandung setidaknya 20% cocoa butter dan 14% susu. Sementara kandungan gulanya tidak boleh lebih dari 55%.
4. Bittersweet Chocolate
Belakangan ini coklat batangan yang rasanya bittersweet, alias manis-manis pahit, makin banyak penggemarnya. Bittersweet chocolate sering juga disebut sebagai extra dark chocolate. Popularitasnya meroket semenjak ada klaim yang menyarankan untuk mengonsumsi coklat batangan yang kandungan kakaonya minimal 70%, karena inilah yang paling menyehatkan.
Kandungan kakao di bittersweet chocolate pada umumnya adalah 66%, sangat tinggi dibandingkan jenis coklat lainnya. Tambahan gulanya juga yang paling sedikit, kira-kira kurang dari sepertiga keseluruhan bahannya. Coklat ini baik sekali dijadikan bahan kue dan makanan penutup, misalnya biskuit choco chips dan cake coklat. Kalau disimpan dengan baik, coklat batangan yang satu ini bisa tahan hingga 20 bulan!
5. Combination Bar
Coklat batangan yang sebelumnya hanya diberi perasa dari bumbu-bumbu seperti kayu manis dan vanila akhirnya mulai berkembang. Perusahaan coklat mulai memadukan coklat batangan dengan isian kacang, buah, karamel, nougat dan wafer. Di tahun 1830, Kohler menambahkan hazelnut di coklat batangan, yang diikuti oleh perusahaan lainnya.
Selain inovatif, ini adalah cara untuk mengurangi ongkos produksi. Menambahkan bahan lain, terutama yang harganya lebih rendah daripada coklat, akan menekan ongkos produksi. Di tahun 1920-an, ada lebih dari 30.000 variasi coklat batangan yang dijual di Amerika. Kebanyakan diproduksi lokal dan menggunakan bahan dasar milk chocolate.
Combination bar di Amerika menggunakan berbagai bahan yang disuka konsumen, ada yang untuk anak-anak dan ada pula untuk pasar dewasa. Combination bar untuk orang dewasa biasanya ditambahkan vitamin dan protein. Misalnya saja granola bar, energy bar dan protein bar yang bisa dijadikan camilan sehat.
Baca juga : Rekomendasi Snack Coklat Terbaru dan Worth it untuk Dibeli
Rekomendasi Colatta di Alfagift
Indonesia juga punya produsen coklat berkualitas sendiri, lho. Salah satunya adalah Colatta, merek yang dikeluarkan oleh PT Gandum Mas Kencana, berlokasi di Tangerang, Jawa Barat. Berdiri sejak tahun 1985, berbagai produknya bahkan sudah diimpor ke berbagai negara di Asia, Afrika dan Eropa.
Colatta hadir dengan coklat untuk berbagai kebutuhan, ada yang siap dikonsumsi, untuk diolah sendiri, bahkan untuk profesional. Mau tahu apa saja produk Colatta yang ada di Alfagift? Ini dia rekomendasi terbaiknya:
- Colatta Fineza Dark Compound Chocolate 250 g, mulai dari Rp 20.700
- Colatta Compound Chocolate Dark Duo 500 g, mulai dari Rp 51.100
- Colatta Choco Chips 150 g, mulai dari Rp16.900
- Colatta Glaze Topping & Decoration Tiramisu 250 g, mulai dari Rp 19.100
- Colatta Glaze Topping & Decoration Dark Chocolate 250 g, mulai dari Rp 19.800.
Itu dia kelima coklat Colatta yang bisa dipilih di Alfagift. Mau dijadikan makanan penutup, bahan kue, dan lain sebagainya, bisa menggunakan coklat Colatta. Selain itu, di Alfagift juga menyediakan coklat batangan lainnya. Pilih sekarang juga dan dapatkan gratis ongkir tanpa minimal belanja dari Alfagift!
