Home » Mom & Kids » Perawatan Bayi & Anak » Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penyakit Cacar Air pada Anak

Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penyakit Cacar Air pada Anak

penyakit cacar air pada anak

Cacar air merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh anak-anak, terutama anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi. Penyakit cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit cacar air pada anak mudah menyebar melalui kontak langsung dengan cairan dari ruam yang muncul atau melalui droplet udara saat penderita batuk dan bersin. 

Meski gejalanya sering kali dianggap ringan, cacar air dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami gejala awal penyakit ini agar dapat segera mengambil langkah penanganan yang tepat. 

Pada artikel ini, Alfagift akan membahas secara lengkap mengenai gejala, penyebab, dan cara mencegah cacar air pada anak. Yuk, simak artikel di bawah ini! 

Penyebab Cacar Air pada Anak

Cacar air, atau dikenal sebagai varisela, disebabkan oleh infeksi virus Varicella-zoster. Virus ini sangat menular dan sering menyerang anak-anak, meskipun orang dewasa yang belum pernah terpapar juga dapat terinfeksi. Berikut ini, penyebab utama penyakit cacar air pada anak:

Paparan Virus Varicella-zoster

Penyebab penyakit cacar air yang pertama karena virus varicella-zoster. Anak dapat terinfeksi jika melakukan kontak langsung dengan seseorang yang menderita cacar air atau herpes zoster. Virus ini menyebar melalui droplet udara saat penderita batuk atau bersin, serta kontak dengan cairan dari ruam cacar.

Imunitas Tubuh yang Belum Kuat

Imunitas tubuh yang belum kuat juga bisa menyebabkan terjadinya penyakit cacar air. Sistem kekebalan tubuh anak-anak, terutama yang masih kecil, belum sepenuhnya berkembang. Hal ini membuat anak lebih rentan terhadap infeksi virus Varicella-zoster.

Lingkungan yang Padat dan Tertutup

Anak yang berada di lingkungan padat seperti sekolah, tempat penitipan anak, atau rumah dengan banyak anggota keluarga lebih berisiko terkena penyakit cacar air karena virus Varicella-zoster lebih cepat menyebar di area yang tertutup dan ramai. 

Belum Mendapatkan Vaksin Varisela

Anak yang belum menerima vaksin cacar air lebih berisiko terkena penyakit cacar air. Vaksin varisela membantu melindungi anak dengan memberikan kekebalan terhadap virus Varicella-zoster.

Kontak dengan Barang yang Terpapar Virus

Virus Varicella-zoster dapat bertahan di permukaan barang tertentu untuk waktu singkat. Anak yang menyentuh barang, seperti mainan, pakaian, atau peralatan makan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah, maka mereka bisa terinfeksi penyakit cacar air.

penyakit cacar air pada anak

Gejala Cacar Air Anak

Cacar air pada anak atau varisela memiliki berbagai gejala yang berkembang secara bertahap. Umumnya, gejala penyakit cacar air muncul sekitar 10–21 hari setelah anak terpapar virus Varicella-zoster. Berikut, beberapa gejala yang sering terjadi:

Demam

Gejala penyakit cacar air yang pertama, biasanya munculnya demam pada anak. Sebelum ruam muncul, anak sering mengalami demam ringan yang kemudian dapat meningkat. Demam ini biasanya menjadi tanda awal infeksi virus. Biasanya terjadi demam 3-5 hari dan kurang dari 39 °C.

Muncul Ruam Kulit

Ruam merah kecil adalah gejala khas penyakit cacar air. Ruam ini biasanya dimulai di wajah, dada, atau punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Dalam waktu singkat, ruam berubah menjadi bintil berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal.

gejala cacar air pada anak

Rasa Gatal yang Intens

Ruam cacar air menyebabkan rasa gatal yang cukup parah. Jika anak menggaruk, ruam dapat terinfeksi dan meninggalkan bekas luka permanen.

Lelah dan Tidak Bersemangat

Anak mungkin tampak lesu, kurang energi, dan lebih sering merasa lelah daripada biasanya karena tubuh melawan infeksi.

Gejala Mirip Flu

Sebelum ruam muncul, anak mungkin mengalami gejala seperti pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, nyeri otot, atau sakit kepala.

Penurunan Nafsu Makan

Infeksi virus sering menyebabkan anak kehilangan nafsu makan karena demam atau rasa tidak nyaman pada tubuh.

Pembentukan Kerak pada Vesikel

Dalam beberapa hari, vesikel berisi cairan akan pecah dan mengering, membentuk keropeng. Ini merupakan tahap akhir penyembuhan cacar air.

Cara Mencegah Penyakit Cacar Air Anak 

Vaksinasi merupakan langkah utama dalam mencegah penyakit cacar air. Vaksin ini dibuat dari virus varicella-zoster yang telah dilemahkan. Anak-anak yang telah menerima vaksin cacar air memiliki risiko sangat rendah untuk mengalami infeksi herpes zoster atau sindrom Ramsay Hunt.

Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut adalah panduan pemberian vaksin cacar air:

  • Anak usia 1-13 tahun cukup menerima vaksin sekali. Namun, pemberian vaksin akan lebih efektif jika dilakukan sebelum anak memasuki usia sekolah dasar, yaitu di bawah 6 tahun.
  • Bagi anak yang berusia lebih dari 13 tahun, vaksin diberikan sebanyak dua kali dengan jeda waktu 4-8 minggu di antara pemberian.
  • Untuk orang dewasa, tidak ada batasan usia tertentu dalam pemberian vaksin. Meskipun demikian, vaksin sebaiknya diberikan sesegera mungkin. Efektivitas antibodi baru maksimal setelah vaksinasi kedua yang dilakukan 4-8 minggu setelah vaksinasi pertama.

Nah itu dia, penyebab, gejala, dan cara menangani penyakit cacar air pada anak. Bagi kamu yang menjumpai gejala di atas, bisa segera kunjungi dokter terdekat dari rumah kamu.

Jangan lupa untuk selalu berikan vitamin, sayuran segar, maupun buah-buah segar agar imun anak kamu kuat. Kamu bisa membeli vitamin dan bedak gatal untuk keluarga di Alfagift. Yuk, buruan download aplikasi Alfagift sekarang dan dapatkan banyak promo menarik setiap harinya!