Demam berdarah atau biasa disebut DBD adalah penyakit yang dapat menular melalui nyamuk Aedes Aegypti yang terinfeksi, umumnya berada di wilayah subtropis dan tropis, termasuk Indonesia. Penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat berakibat fatal, khususnya pada anak dan remaja. Gejala DBD pada remaja biasanya ditandai dengan demam tinggi, muncul bintik merah pada kulit, mimisan, dan gejala lain.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan nyamuk disebut sebagai hewan paling mematikan karena diperkirakan telah membunuh 500 ribu hingga lebih dari satu juta jiwa per tahun. Salah satu jenis nyamuk yang kerap menimbulkan penyakit berbahaya di Indonesia adalah jenis Aedes Aegypti karena menularkan DBD.
Berikut kami bagikan informasi mengenai gejala DBD pada remaja beserta penyebab dan cara pencegahannya.
Apa itu Demam Berdarah atau DBD?
Demam berdarah dengue atau DBD adalah salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Cara penularan BDB tidak terjadi secara langsung, penularannya melalui nyamuk Aedes Aegypti yang menginfeksi virus dengue ke tubuh manusia.
Jutaan kasus infeksi demam berdarah dengue terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya. DBD paling sering terjadi di wilayah subtropis dan tropis, seperti pulau-pulau Pasifik Barat, Amerika Latin, Afrika, dan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Hal ini dikarenakan habitat nyamuk berada di lingkungan lembap, terutama pada saat musim hujan yang cocok bagi nyamuk untuk berkembang biak.
Penyakit DBD dapat menyerang di segala umur manusia. Namun, menurut Prof Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), kelompok yang paling rentan dan banyak terserang DBD adalah anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, kita harus mewaspadai gejala penyakit DBD, khususnya pada anak dan remaja serta cara pencegahannya di rumah.

Penyebab Demam Berdarah
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD biasanya aktif pada pagi dan sore hari. Habitat nyamuk ini hidup di genangan air yang tenang dan dasarnya bersih, seperti bak penampungan air, vas bunga, dan tempat minum hewan peliharaan. Inilah yang membuat nyamuk penyebab DBD kerap ditemukan di daerah padat penduduk.

Aedes Aegypti dapat terbang sejauh 400 meter, sehingga penyebaran virus dengue dapat terjadi hingga jarak yang jauh dari tempat nyamuk bersarang. Demam berdarah memang tidak bisa menular secara langsung, akan tetapi ibu hamil yang terkena DBD dapat menurunkan penyakitnya ke janin yang dikandungnya.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko pasien mengalami DBD dengan gejala lebih berat, antara lain:
- Anak-anak
- Lansia
- Ibu hamil
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah
- Pernah menderita demam berdarah sebelumnya.
Gejala DBD pada Remaja
Gejala DBD pada remaja serupa dengan gejala pada orang dewasa pada umumnya, seperti:
- Demam tinggi
- Nyeri pada belakang mata
- Nyeri otot, sendi, dan tulang
- Sakit kepala hebat
- Bintik-bintik merah pada kulit
- Mimisan atau gusi berdarah
- Mudah memar.
Biasanya demam dengue membaik setelah 2-7 hari pengobatan. Namun, apabila terjadi infeksi demam berdarah dengue, gejala tersebut akan kian parah dan disertai dengan gejala sebagai berikut:
- Mual dan muntah
- Nyeri perut
- Kesulitan bernapas
- Pendarahan hebat, terutama pada remaja wanita yang tengah menstruasi berpotensi diikuti dengan penurunan tekanan rendah.

Cara Mencegah DBD pada Remaja di Rumah
Nyamuk Aedes Aegypti memilih bersarang dan bertelur di tempat yang lembab serta genangan air yang jernih dan menggenang, seperti kubangan air, selokan, dan sebagainya. Selain itu, nyamuk penyebab DBD ini juga suka bersembunyi di sudut rumah yang minim cahaya, seperti kolong tempat tidur, atau di balik lemari.
Cara tepat untuk mencegah perkembangan nyamuk Aedes Aegypti adalah dengan menerapkan 3M Plus. Pengertian dari 3M adalah:
- Menutup rapat tempat penyimpanan air
- Menguras tempat penampungan air secara rutin, setidaknya seminggu sekali
- Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menyebabkan air menggenang.
Sedangkan arti Plus yang dimaksud merupakan tindakan pencegahan tambahan guna mencegah penyebaran virus melalui nyamuk ini. Langkah pencegahan tersebut antara lain:
- Memasang kawat anti nyamuk di jendela dan pintu rumah, untuk meminimalisir nyamuk ini masuk kedalam rumah
- Menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air untuk membunuh jentik nyamuk atau bisa juga dengan memelihara ikan pemakan jentik
- Menggunakan lotion anti nyamuk atau menggunakan obat nyamuk dalam bentuk semprot, obat nyamuk bakar, dan elektrik. Apabila kamu mempunyai bayi atau anak balita, lotion nyamuk bisa diganti dengan minyak telon anti nyamuk
- Rutin membersihkan rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggal.
Penggunaan alat semprot nyamuk juga perlu digunakan dengan cermat apabila kamu mempunyai bayi, anak-anak dan remaja di rumah, terutama yang menderita penyakit asma.
Masih berkaitan dengan pencegahan menggunakan alat semprot, metode fogging atau pengasapan cukup efektif membunuh nyamuk. Akan tetapi, dampak negatif pada fogging berpotensi mengakibatkan efek samping, seperti sakit kepala, iritasi kulit, kesulitan bernafas dan sebagainya.
Pencegahan lain yang dapat dilakukan sejak dini adalah dengan cara menggunakan vaksin DBD yang tersedia di rumah sakit untuk mencegah terjangkit penyakit ini dengan lebih efektif.

Kesimpulan
Setelah mengetahui penyebab demam berdarah pada anak dan remaja yang dapat berakibat fatal bila DBD telat ditangani, kini saatnya kamu mulai melakukan pencegahan di rumah agar lingkungan sekitar tidak menjadi sarang berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti. Lakukan pencegahan DBD dengan membersihkan lingkungan rumah, rajin menguras bak mandi dan air menggenang, serta mengurangi tumpukan baju dan membuka akses pencahayaan rumah yang baik.
Selain itu, kamu juga dapat menggunakan alat semprot atau alat elektrik pembasmi nyamuk untuk mencegah kehadiran Aedes Aegypti. Sebelum tidur, jangan lupa untuk mengoleskan lotion atau minyak telon anti nyamuk agar istirahat semakin nyaman tanpa khawatir terkena DBD. Yuk cegah DBD dan ciptakan lingkungan rumah yang sehat bersama Alfagift, karena alat pembasmi nyamuk hingga lotion anti nyamuk dapat kamu pesan dengan mudah di Alfagift. Download dan belanja sekarang!
Baca Juga: Rekomendasi Obat untuk Batuk dan Flu yang Wajib Ada di Rumah
