Home » Makanan » Kenali 6 Jenis Garam untuk Menambah Cita Rasa Berbagai Hidangan!

Kenali 6 Jenis Garam untuk Menambah Cita Rasa Berbagai Hidangan!

Tiga sendok yang berisi tiga jenis garam berbeda. Source: atlascompany/Freepik

Garam termasuk bahan yang selalu dibutuhkan dalam setiap masakan karena mampu memberikan rasa pada makanan. Ternyata, ada berbagai jenis garam yang masing-masing memiliki karakteristik, rasa, dan tekstur berbeda. 

Beberapa jenis garam memiliki kandungan gizi yang berbeda sehingga masing-masing menawarkan manfaat tambahan. Dengan pemilihan garam yang tepat, kesehatan tubuh dan kualitas masakan bisa lebih optimal.

Untuk memahami perbedaan tiap jenis garam, penting mengetahui perbedaan rasa dan teksturnya. Dengan informasi ini, kamu dapat memilih garam yang paling sesuai untuk keperluan memasak atau kebutuhan lainnya. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Alt image: Source: rudoelena/Freepik

Jenis, Perbedaan Rasa, dan Tekstur Garam

Garam memiliki beragam jenis. Setiap jenis garam memiliki rasa dan tekstur yang berbeda. Berikut beberapa jenis garam beserta rasa dan teksturnya. 

1. Garam Meja (Table Salt)

Garam meja adalah jenis garam yang paling sering digunakan untuk memasak maupun dikonsumsi sehari-hari. Bentuknya berupa butiran halus yang berasal dari hasil penambangan garam.

Garam ini telah melalui proses pengolahan yang cukup panjang sehingga teksturnya sangat halus dan mudah larut saat dimasak. Selain itu, garam meja biasanya diperkaya dengan yodium, mineral penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. 

Kandungan natrium klorida dalam garam meja mencapai 97% atau lebih. Oleh karena itu, garam ini memberikan rasa asin yang tajam dan konsisten serta mampu meningkatkan cita rasa masakan.

2. Garam Laut (Sea Salt)

Garam laut diperoleh melalui proses penguapan air laut sehingga tetap mempertahankan kandungan mineral alami di dalamnya. Meskipun kandungan utamanya natrium klorida, garam laut juga mengandung mineral seperti kalium, zat besi, dan seng. Jumlah mineral ini bervariasi tergantung lokasi dan cara panennya.

Dari segi rasa, garam laut terasa lebih lembut dan kompleks dibanding garam meja. Mineral-mineral yang terkandung memberikan sentuhan gurih alami pada rasanya. Teksturnya yang agak kasar membuat garam laut cocok untuk menambah dimensi rasa pada salad, sayuran kukus, atau daging panggang.

3. Garam Kosher

Garam kosher memiliki butiran yang lebih besar dan kasar, berbeda dengan garam meja atau garam laut. Garam ini tidak mengandung yodium dan lebih mudah menggumpal.

Jenis garam ini memiliki rasa yang lebih asin dibanding garam meja. Teksturnya yang kasar membuat garam ini sangat cocok untuk menaburi daging. Selain itu, garam ini juga cocok untuk memanggang daging karena mudah menempel dan meresap ke dalam makanan.

4. Garam Himalaya (Himalayan Pink Salt)

Garam Himalaya, meski belum sepopuler garam meja atau garam laut, merupakan garam alami yang kaya mineral. Garam ini berasal dari tambang Khewra Salt Mine di Pakistan. Tambang ini merupakan salah satu tambang garam terbesar di dunia yang terletak di Pegunungan Himalaya.

Warna merah muda khasnya berasal dari kandungan zat besi dan mineral alami. Selain itu, garam ini memiliki kandungan natrium yang lebih rendah dibanding garam meja. Himalayan sea salt mengandung 84 mineral penting bagi tubuh, termasuk kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium.

Dari segi rasa, garam Himalaya terasa lebih soft dengan sedikit rasa mineral yang khas. Oleh karena itu, garam ini cocok untuk menambah cita rasa gurih pada hidangan, seperti steak, seafood, maupun salad.

5. Garam Celtic (Celtic Sea Salt)

Garam ini memiliki warna keabu-abuan sehingga sering disebut grey salt. Berasal dari wilayah pesisir Prancis di dekat Laut Celtic, tapi kini garam jenis ini bisa dipanen dari beberapa pantai lain di berbagai negara.

Garam Celtic diproses secara alami sehingga mineral, seperti magnesium, kalsium, dan kalium tetap terjaga. Kandungan air juga membuat teksturnya agak lembap sehingga cocok untuk menambah rasa dan aroma khas pada berbagai masakan.

6. Garam Flake (Flaky Salt)

Garam ini berbentuk pipih, tipis, dan seperti serpihan. Biasanya digunakan sebagai sentuhan akhir dengan ditaburkan di atas hidangan yang sudah matang.

Rasa asin dari garam ini bisa langsung terasa dan menambah sensasi renyah pada hidangan. Sensasi tersebut membuatnya sempurna untuk mempercantik tampilan sekaligus meningkatkan cita rasa steak, kentang goreng, atau dessert.

Mana yang Paling Cocok untuk Memasak Harian?

Untuk masakan sehari-hari, garam meja tetap menjadi pilihan paling praktis dan mudah digunakan. Teksturnya yang halus membuat garam cepat larut dalam masakan sehingga rasa asin bisa merata dengan sempurna.

Selain itu, kandungan yodium di dalamnya juga baik untuk kesehatan tubuh. Harganya terjangkau dan mudah ditemukan, membuat garam meja praktis untuk kebutuhan dapur sehari-hari.

Meskipun ada banyak jenis garam lain, seperti garam laut, garam Himalaya, atau garam kosher, garam meja paling cocok untuk hidangan sehari-hari. Garam ini bisa digunakan hampir di semua masakan, mulai dari tumisan sayur, sup, gorengan, hingga adonan kue.

Kini, kamu bisa mendapatkan garam dengan kualitas terbaik di aplikasi Alfagift. Selain pilihan produknya yang lengkap, Alfagift juga sering menawarkan promo menarik serta layanan pengiriman instan dan bebas ongkir, lho!

Yuk, download aplikasi Alfagift sekarang!