Beberapa bulan terakhir kita memang banyak dihebohkan dengan adanya kelangkaan pada minyak goreng. Minyak goreng yang dulunya memiliki harga terjangkau saat ini menjadi tidak terkontrol. Bukan hanya dari segi harga saja yang melonjak melainkan juga ketersediaannya menjadi tipis. Mengapa minyak goreng langka? Cek penyebab dan alasannya di bawah ini!
Adanya Harga Eceran Tertinggi (HET)
Salah satu penyebab utama yang minyak goreng menjadi langka adalah karena pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini sangat berpengaruh karena penetapan HET tersebut nyatanya tidak membuat adanya inflasi yang berlebihan. Apalagi setelah dicabut nyatanya minyak goreng kembali membanjiri pasar masyarakat.
Tentu saja penyebab ini bukan hanya praduga atau tuduhan tanpa bukti melainkan sudah ada pada sidang kasus dugaan adanya ekspor crude palm oil (CPO). Sidang ini diselenggarakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) lengkap dengan hakim, jaksa dan juga para saksi yang bisa memperkuat dugaan yang diberikan.
Adanya kasus ekspor crude palm oil ini memang sangat kisruh bahkan ada yang membela dan juga menantang adanya penghentian kegiatan ini. Bahkan setelah tindak lanjut mengenai masalah tersebut keberadaan minyak goreng juga masih belum bisa seterusnya ada bahkan kalaupun ada harganya juga tidak masuk akal.
Harga Internasional Naik
Penyebab kedua terjadinya minyak goreng yang langka ini adalah karena sudah dari harga Internasionalnya memang mahal. Sehingga untuk mengadakan stok banyak tentu akan beresiko meskipun memang banyak orang yang membutuhkannya. Persentase ini bisa dilihat dari angka kebutuhan minyak goreng yang mencapai 5 juta ton pertahunnya.
Sementara produksi minyak yang dilakukan bisa lebih dari itu yakni mencapai angka 8 juta ton pertahunnya. Jelas selisih yang sangat banyak ini menjadi bukti bahwa minyak tidak sedang langka melainkan memang harganya saja yang melambung tinggi. Jadi, harga yang tidak beraturan ini tentu bisa berakibat pada kelangkaan dan takut terjadi kerugian jika stok terlalu banyak.
Banyak Minyak Goreng tidak Terintegrasi dengan CPO
Penyebab ketiga yang membuat adanya minyak goreng ini menjadi langka adalah meskipun di Indonesia cukup banyak palm oil namun nyatanya kebanyakan belum berintegrasi dengan CPO. Alasannya adalah CPO berperan penting dalam entitas sebuah bisnis sehingga ketika belum terintegrasi maka mereka wajib membeli dengan harga yang telah disesuaikan.
Sehingga jika ada harga yang meningkat dalam taraf Internasional tentu saja minyak dalam negeri yang belum ada CPO ini otomatis akan langsung ikut menyesuaikan untuk menghindari adanya kerugian.
Panen Sawit Semester 2 dan Minim Pasokan
Penyebab keempat yang membuat minyak goreng menjadi langka dan mahal adalah di mana sudah memasuki panen sawit semester dua yang banyak gagal dan cenderung minim adanya pasokan. Sehingga ketika bahan mentahnya saja tidak ada maka untuk mengolah minyak goreng tentu akan kesulitan.
Supply CPO dan bahan baku yang terbatas ini tentu saja mempengaruhi rantai distribusi yang biasanya bisa dilakukan dengan lancar. Tidak hanya itu, kenaikan permintaan CPO ternyata juga sangat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan industrial biodiesel dengan menggunakan kebijakan tipe B 30.
Minim pasokan juga dirasakan ketika Malaysia yang biasanya menjadi pasokan sawit yang besar produksinya sudah mulai menurun dari biasanya. Sehingga hal ini akan sangat berpengaruh untuk stok pembuatan minyak sawit yang lebih melimpah nantinya.
Baca juga : 10 Manfaat Olive Oil untuk Kesehatan yang Wajib Anda Tahu!
Sudah Banyak yang Beralih ke Minyak Nabati
Alasan selanjutnya ini juga membuat mengapa minyak sawit sekarang jarang untuk ditemui. Anda harus tahu kalau beberapa negara seperti India, Tiongkok dan Uni Soviet sudah mengganti penggunaan minyak sawit mereka dengan minyak nabati yang lebih sehat. Alasan lainnya adalah karena pada negara-negara tersebut mengalami krisis energi.
Jika dihitung dengan seksama, berkurangnya banyak negara yang menggunakan minyak sawit jelas sangat berpengaruh dengan produksi yang akan dilakukan. Perubahan pola hidup dan kebutuhan membuat produsen juga berpikir untuk untuk memproduksi dalam jumlah yang sama. Apalagi sasaran konsumennya juga sudah menurun.
Adanya Penimbunan
Sama halnya dengan minyak bahan bakar atau jenis lainnya, sebenarnya penyebab yang sering terjadi mengapa minyak menjadi langka adalah adanya kaum nakal yang melakukan penimbunan. Penimbunan ini bisa saja dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri maupun memang bertujuan untuk menjualnya lagi dengan harga yang lebih mahal.
Berita mengenai kelangkaan minyak dan harganya yang melambung telah sampai ke telinga warga sehingga menyebabkan adanya panic buying di mana mereka membeli stok sebanyak mungkin untuk disimpan di dalam rumah. Jadi, untuk yang memiliki banyak modal bisa dengan mudah langsung punya minyak sementara yang kesulitan tidak akan dapat.
Akhirnya pemerintah melakukan sidak untuk cek ke beberapa rumah warga sebagai penindakan terjadinya proses penimbunan yang menyalahi aturan. Minyak yang sangat langka akan berpengaruh dengan nilai jualnya yang semakin langka sehingga masalah yang satu ini memang harus diselesaikan secepat mungkin.
Adanya Penyelundupan ke Luar Negeri
Alasan selanjutnya mengapa minyak goreng ini bisa langka adalah dugaan proses penyelundupan ke luar negeri. Hal ini didukung dengan adanya pengakuan bahwa stok minyak goreng yang ada di dalam negeri sebenarnya melimpah karena telah mengikuti aturan yang ditetapkan oleh DPO maupun DMO.
Dugaan yang dilontarkan oleh Mendag adalah stok minyak yang tiba-tiba menipis ini bisa disebabkan oleh dua faktor yakni kalau tidak penyelundupan oknum nakal ke luar negeri bisa jadi karena kebocoran pada pabrik minyaknya. Prosesnya masih sangat berkaitan dengan proses penyelundupan sebelumnya.
Awalnya minyak goreng memang ditimbun dulu dalam jumlah banyak dan didapatkan dari masing-masing wilayah dalam jumlah yang sedikit biar tidak mencurigakan. Setelah minyak terkumpul banyak barulah akan dijual ke luar negeri tentunya dengan harga yang lebih mahal mengingat banyaknya orang yang membutuhkan minyak goreng ini.
Memang Stok Langka dan Peminat Tinggi
Alasan berikutnya ini berkaitan dengan adanya program Minyakita yang dibuat oleh pemerintah untuk membantu kebutuhan minyak goreng. Beberapa bulan lalu Minyakita sudah didistribusikan ke semua warga dengan harga yang cukup wajar namun jumlah pembeliannya memang dibatasi. Dibandingkan minyak curah, Minyakita ini cenderung lebih aman untuk dikonsumsi.
Baru berjalan sebentar ternyata stok minyak ini juga sudah mengalami masalah akibat tingginya permintaan yang ada di pasar. Sehingga banyak yang menyimpulkan bahwa minyak memang langka dan sedikit sementara orang yang membutuhkannya semakin banyak. Jadi, yang harus dilakukan adalah memperbanyak stoknya.
Saat ini stok minyak goreng perlahan sudah kembali normal dan Anda bisa mendapatkannya lebih mudah, salah satunya adalah beli minyak goreng melalui Alfagift saja. Stoknya banyak dan pilihan merknya lebih melimpah. Anda hanya perlu pesan dan minyak goreng akan langsung diantarkan ke alamat Anda.
