Home » Makanan » Mengenal Pembuatan Keju, Apa Saja Itu?

Mengenal Pembuatan Keju, Apa Saja Itu?

Keju merupakan salah satu jenis makanan olahan fermentasi susu yang banyak disukai oleh masyarakat. Keju juga banyak sekali jenisnya dan bisa digunakan untuk banyak olahan makanan sesuai dengan kesukaan para penggemarnya. Bagaimana sih cara pembuatan keju? Untuk lebih jelasnya Anda bisa cek semuanya di bawah ini!

Proses Standarisasi Susu

Proses pertama yang dilakukan dalam pembuatan keju adalah melihat standarisasi susu. Anda tentunya tahu kalau susu merupakan bahan utama dalam pembuatan keju, ternyata tidak sembarangan susu bisa digunakan melainkan harus sudah memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan untuk mendapatkan rasa yang pas dan enak. 

Tidak hanya dari kualitas namun susu yang digunakan haruslah mampu memenuhi jumlah rasio protein terhadap lemak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keju berkualitas tinggi dan tentunya tidak mudah meleleh saat dibuat. 

Proses Pasteurisasi Susu

Proses selanjutnya setelah mendapatkan tipe susu yang pas adalah melalui pasteurisasi susu. Proses ini memungkinkan susu akan dipanaskan untuk mengurangi adanya organisme pembusuk yang nantinya menghambat proses pembuatan keju tersebut. Organisme tersebut juga berbahaya untuk tubuh karena bisa menyebabkan keracunan. 

Namun Anda harus tahu ada juga susu yang tidak dipasteurisasi untuk pembuatan keju, namun jelas susunya harus memenuhi beberapa syarat tertentu baru bisa digunakan. Susu yang tidak dipanaskan tersebut haruslah berumur sekitar 60 harian untuk mengurangi adanya perkembangan mikroorganisme (patogen) di dalamnya. 

Pendinginan 

Proses pasteurisasi membutuhkan proses pemanasan pada susu sampai dengan suhu 90 ° F (32 ° C). Suhu ini memungkinkan bakteri starter bisa tumbuh ke dalamnya. Namun setelah susu berhasil dipanaskan ternyata Anda juga harus mendinginkannya untuk mendapatkan hasil keju yang lebih baik. Proses pendinginan ini dilakukan di dalam suhu ruang. 

Proses Penambahan Starter & Non-Starter Bakteri dan Pemasakan

Proses selanjutnya dalam pembuatan keju adalah menambahkan starter dan non starter dalam proses pemasakan kejunya. Ketentuan yang perlu Anda tahu adalah bakteri starter dan non starter tambahan ini harus dimasukkan ke dalam susu yang dimasak dalam suhu sekitar 90 ° F (32 ° C). Sementara waktu untuk memasaknya adalah sekitar 30 menitan sampai matang.

Proses pematangan susu ini bertujuan untuk membuat bakteri tumbuh dalam proses fermentasi dan menurunkan jumlah ph di dalam susunya. Kemudian tujuan lain yang didapatkan adalah menambah rasa yang khas pada keju yang akan dibuat nantinya. 

Penambahan Form Card dan Rennet

Proses pembuatan keju selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memasukkan renner dan form card. Apa sih yang dimaksud dengan dua bahan ini? Rennet merupakan enzim yang bekerja dalam protein susu sehingga membuatnya menjadi bentuk didih. Setelah proses penambahan bahan tersebut maka selanjutnya jangan diapa-apakan dan tunggu sampai 30 menitan. 

Setelah itu, barulah Anda akan mendapatkan koagulum yang kokoh. Sesuai dengan namanya, koagulum kokoh ini memang memiliki tekstur yang lebih padat dan tidak mudah meleyot lagi dibandingkan dengan jenis sebelumnya. 

Baca juga : Cara Membuat Kue Bolu Simpel dan Mudah

Proses Pemotongan dan Pemanasan

Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah melalui proses pemotongan dan pemanasan. Lakukan dulu proses fermentasi sampai dadih yang dibuat mencapai pencapaian ph yang seharusnya yakni sekitar pH 6,4. Jika sudah memenuhi jumlah ph maka selanjutnya Anda bisa menggunakan pisau untuk memotongnya menjadi jumlah yang lebih kecil.

Barulah langkah berikutnya Anda bisa memanaskan potongan kecil itu menggunakan suhu 100 ° F (38 ° C). Tujuan dari proses pemanasan ini adalah memisahkan whey dari dadih sehingga hasilnya nanti akan lebih bagus dan halus. Whey ini biasanya akan dijual dalam bentuk lain untuk tujuan tertentu jadi tidak akan terbuang begitu saja. 

Sisihkan Whey

Langkah berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah tiriskan atau sisihkan whey yang sudah Anda dapatkan. Air dadih yang sudah ada keringkan dulu dari tong penyimpanan kemudian dadih akan membentuk alas. 

Proses Cheddaring

Langkah selanjutnya adalah melakukan proses cheddaring. Proses ini merupakan langkah di mana dadih dipotong menjadi beberapa bagian kemudian ditumpuk satu sama lain secara berkala. Proses ini tujuannya adalah menekan keluarnya whey menjadi lebih maksimal. Tujuannya adalah memaksimalkan proses pencapaian ph dari pH 5,1 hingga 5,5. 

Selain itu, tindakan ini juga memiliki tujuan untuk proses merajut atau membentuk struktur keju yang lebih rapat dan bagus. Nantinya setelah mendapatkan gulungan yang tepat selanjutnya dadih ini akan dipotong kecil-kecil lagi. 

Proses Pengasinan

Langkah selanjutnya adalah proses pengasinan untuk keju. Caranya adalah memasukkan kembali potongan dadih giling yang lebih kecil ke dalam tong kemudian diasinkan dengan cara menaburkan garam kering dan dadih ke dalamnya. Hal ini juga disesuaikan lagi dengan jenis keju yang akan dibuat karena jenis perlakuannya memang berbeda. 

Untuk jenis mozarella maka dadih akan dibentuk dulu seperti roti kemudian dimasukkan ke dalam air garam untuk membuatnya lebih meresap dan mengembang. 

Proses Cetak Keju

Langkah berikutnya adalah memasuki proses cetak keju. Pada proses ini Anda harus menempatkan keju ke dalam lingkaran. Kemudian tekan dengan balok sampai membentuk potongan yang diinginkan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan potongan dan bentuk keju yang lebih bagus. 

Daya Simpan

Hal selanjutnya yang perlu Anda tahu adalah mengenai daya simpan dari kejunya. Keju memiliki beberapa jenis dan tujuan tergantung dengan varietasnya ada yang bisa disimpan bulanan namun ada juga yang bisa disimpan sampai dengan ukuran tahun. 

Tips Memilih Keju yang Aman untuk Kesehatan

Ingin coba keju namun masih ragu? Jangan khawatir karena Anda bisa langsung cek tips memilih keju yang ada di bawah ini!

  • Cek aroma keju jangan sampai kejunya memiliki aroma yang terlalu amis atau masam. Jika sudah begitu menandakan bahwa keju sudah hampir basi atau malah basi sehingga bakteri di dalamnya sudah tidak aman untuk pencernaan dan tubuh. 
  • Cek warnanya, keju biasanya memiliki warna kuning atau putih pucat tidak ada bintik-bintiknya. Curigalah dengan keju yang sudah ditimpa dengan bintik-bintik bisa jadi kejunya memang sudah menjamur. 
  • Cek kandungan nutrisi yang ada di keju. Inilah mengapa Anda direkomendasikan untuk mengonsumsi keju yang memang sudah berlabel dan pasti aman di pasaran karena keju yang tidak ada mereknya cenderung kurang bisa kita pantau keamanannya. 
  • Cek teksturnya, jangan membeli keju yang teksturnya terlalu keras. Tandanya keju ini sudah mengalami waktu penyimpanan lebih lama dan sudah bolak balik masuk kulkas sehingga teksturnya menjadi tidak karuan. 
  • Cek jenis keju dan sesuaikan dengan jenis masakan yang akan Anda buat, jangan asal. 

Ingin produk keju yang aman dan memenuhi standar pembuatan keju? Anda bisa beli produk dari Prochiz melalui Alfagift saja. Pilihannya lengkap dan cara belinya juga mudah sehingga Anda tidak perlu ribet lagi kalau butuh keju. Belanja di Alfagift juga sangat mudah tidak perlu keluar rumah karena produk akan di kirim ke rumah.