Home » Mom & Kids » Penyakit Miom: Gejala, Jenis, dan Cara Mencegahnya

Penyakit Miom: Gejala, Jenis, dan Cara Mencegahnya

penyakit miom adalah

Penyakit miom adalah tumor jinak pada dinding rahim (uterus) seorang wanita. Tumor ini dapat bertumbuh semakin besar yang menyebabkan nyeri hingga pendarahan hebat saat menstruasi. Penyebab timbulnya penyakit miom adalah adanya pertumbuhan sel-sel rahim yang tidak normal dan umumnya berkaitan dengan hormon estrogen sehingga perlu diwaspadai terutama pada wanita hamil atau yang sedang merencanakan kehamilan.

Ukuran benjolan atau tumor dalam rahim akibat penyakit miom ini berbeda-beda, mulai dari ukuran yang tidak bisa diraba hingga ukuran yang bisa menekan rahim dan dapat diraba. Namun risiko penyakit miom tidak berkaitan dengan tingginya risiko kanker dan hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker.

Penyebab Penyakit Miom

Saat ini belum ada penyebab pasti yang menimbulkan penyakit miom. Namun secara umum penyebab penyakit miom adalah:

  • Meningkatnya kadar estrogen dan progesteron
  • Riwayat miom turunan dari keluarga
  • Kehamilan
  • Berat badan berlebih
  • Kekurangan vitamin D
  • Mengkonsumsi alkohol berlebihan
  • Jarang mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran
  • Umumnya dialami oleh wanita usia 30 tahun keatas

Jenis-Jenis Miom

Ada beberapa jenis miom yang berbeda dan lokasinya dalam rahim, beberapa jenis miom tersebut adalah:

  • Intramural, ini adalah jenis paling umum yang muncul dalam dinding otot rahim. Jenis miom ini bisa tumbuh lebih besar hingga meregangkan rahim.
  • Suberosa, miom ini terbentuk di bagian luar rahim yang bernama serosa. Ukuran tumor ini bisa tumbuh cukup besar hingga membuat rahim tampak lebih besar di satu sisi.
  • Submukosa, miom ini berkembang di miometrium yakni lapisan tengah rahim. Namun kemunculannya tidak sesering jenis tumor lain pada umumnya.
  • Serviks, miom ini berkembang di leher rahim, yakni bagian yang menghubungkan rahim ke vagina.

Faktor Risiko Miom

Penyakit miom adalah jenis tumor jinak yang memiliki risiko namun tidak setinggi kanker. Beberapa faktor risiko adanya miom dalam rahim adalah:

  1. Hormon

Hormon estrogen dan progesteron menyebabkan jaringan yang melapisi bagian dalam rahim semakin menebal setiap siklus menstruasi. Penelitian menunjukkan bahwa miom cenderung tumbuh ketika kadar hormon tinggi yakni saat hamil dan menyusut saat kadar hormon rendah yakni transisi menuju menopause.

  1. Matriks Ekstraseluler (ECM)

ECM merupakan senyawa yang membuat sel saling menempel pada rahim dan akan meningkat. ECM menyimpan faktor pertumbuhan sehingga menyebabkan perubahan biologis dalam sel itu sendiri. 

  1. Pertumbuhan Miom

Pertumbuhan miom bervariasi ada yang tumbuh secara cepat dan ada yang lambat. Beberapa miom mengalami pertumbuhan yang drastis dan ada beberapa miom yang menyusut dengan sendirinya.

Gejala Penyakit Miom

Penyakit miom terjadi umumnya tanpa gejala yang bisa disadari secara langsung. Sebagian penderita miom memiliki gejala namun sifatnya datang dan pergi bahkan bertambah buruk ketika siklus menstruasi.

Berikut ini beberapa gejala umum yang terjadi pada penderita miom:

  • Mengalami menstruasi dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya dan durasi lebih lama
  • Pendarahan antar periode menstruasi
  • Nyeri panggul dan nyeri tekan perut
  • Pembengkakan atau pembesaran pada bagian perut bawah
  • Sembelit atau perasaan tertekan pada rektum
  • Sering buang air kecil (biasanya terjadi ketika miom memberi tekanan pada kandung kemih)
  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil atau mengosongkan kandung kemih sepenuhnya
  • Sakit punggung bagian bawah
  • Nyeri saat berhubungan badan
  • Masalah reproduksi, seperti kesulitan untuk hamil
  • Sering merasa kelelahan 
  • Keputihan jangka panjang (kronis)

Setelah merasakan beberapa gejala diatas, kita perlu melakukan validasi dengan pengecekan lebih lanjut ke dokter. 

Cara Diagnosis Miom

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan biasanya melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk melakukan diagnosis awal. Analisis ini dilakukan untuk mencari tahu apakah penderita sering mengeluhkan gejala-gejala yang timbul akibat adanya miom. Kemudian dilanjutkan untuk pemeriksaan fisik untuk melihat benjolan yang ada pada uterus. Setelah beberapa tahap ini dokter akan melakukan validasi dengan menggunakan alat khusus.

Ada beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit miom diantaranya:

  1. Ultrasonografi

Gelombang suara (ultrasonografi) menjadi salah satu diagnosis yang dilakukan untuk melihat kondisi rahim dan mengonfirmasi diagnosis serta memetakan dan mengukur massa yang ada di rahim.

  1. Tes Laboratorium

Dokter juga akan melakukan tes laboratorium apabila penderita miom mengalami gejala pendarahan atau menstruasi tidak normal. Biasanya melakukan hitung darah lengkap (CBC).

  1. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Penyakit miom juga didiagnosis menggunakan tes pencitraan atau MRI untuk memperlihatkan letak dan ukuran mioma dengan jelas dan rinci. MRI juga bisa mengidentifikasi jenis tumor hingga memberikan pilihan untuk menentukan terapi yang tetap. 

Diagnosis menggunakan MRI biasanya diterapkan oleh wanita dengan rahim yang besar atau yang mendekati masa menopause.

  1. Histerosonografi

Cara lain untuk mendiagnosis miom adalah histerosonografi yang menggunakan cairan normal saline steril. Cara ini berguna untuk mendapatkan gambaran mioma uteri submukosa dan lapisan fibroid.

  1. Histerosalpingografi (HSG)

Histerosalpingografi atau HSG adalah pemeriksaan penyakit miom dengan cara melihat kondisi rahim dan area di sekitarnya menggunakan sinar-X. Pemeriksaan dengan cara ini biasanya direkomendasikan dokter ketika infertilitas yang menjadi perhatian dan membantu dokter menentukan apakah saluran tuba pasien terbuka atau tersumbat.

  1. Histeroskopi

Diagnosis penyakit miom dengan cara ini adalah dengan memasukkan alat menyerupai teleskop kecil berlampu yang disebut histeroskop melalui leher rahim ke dalam rahim. Lalu dokter menyuntikkan cairan salin ke rahim untuk memperluas rongga rahim. Dokter juga bisa memeriksa dinding rahim serta bukaan saluran tuba.

Cara Mencegah Miom

Penyakit miom adalah penyakit yang jarang menunjukkan gejala namun kita perlu mewaspadai kondisi tubuh agar terhindar dari penyakit miom. Caranya adalah dengan menjaga berat badan yang stabil dan sehat, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, perbanyak buah-buahan dan sayuran, olahraga teratur hingga penggunaan kontrasepsi hormonal seperti pil KB atau KB spiral mampu mengurangi risiko miom lebih rendah.

Cara mudah untuk mencegah miom adalah dengan mengkonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, bisa dimulai dengan makanan tinggi serat seperti beras merah, sayur-sayuran dan buah-buahan tinggi vitamin. Kamu juga bisa penuhi kebutuhan harian dengan gizi seimbang di Alfagift. Download sekarang dan buat kegiatan belanja jadi lebih mudah!