Home » Mom & Kids » Apa Perbedaan Laktosa & Sukrosa pada Susu Sapi?

Apa Perbedaan Laktosa & Sukrosa pada Susu Sapi?

Belakangan ramai diperbicangkan mengenai laktosa dan sukrosa yuk cari tau perbedaan keduanya di sini.

Sadar atau tidak sering kali saat membeli susu sapi kemasan, terdapat informasi nilai gizi. Di situlah biasanya ada kadar gula yang ditulis dan dibagi menjadi 2 yakni laktosa dan sukrosa. Kira-kira kenapa harus dibagi menjadi laktosa dan sukrosa? Kemudian apa perbedaan dari keduanya?

Apa itu Laktosa?

Susu sapi memang mengandung gula alami yang kita sebut dengan nama laktosa. Laktosa sendiri merupakan sumber energi yang penting bagi tubuh. Laktosa juga terdapat pada kandungan ASI. Jenis gula ini mampu memberikan kalori yang diperlukan di masa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Selain itu laktosa juga memberikan energi yang dibutuhkan oleh orang dewasa dan penting bagi kesehatan usus dan pencernaan.

Apa itu Sukrosa?

Berbeda dengan Laktosa, sukrosa adalah gula tambahan yang sering dikenal sebagai gula meja atau gula pasir. Ini adalah jenis gula yang paling umum ditemukan dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Berbeda dengan laktosa yang merupakan komponen alami dari susu sapi, sukrosa bukanlah komponen alami dari susu sapi, melainkan tambahan. Itulah mengapa kadar gula yang ada pada tabel informasi nilai gizi dibedakan menjadi 2 yakni laktosa dan sukrosa.

Bagaimana Cara Memilih Susu untuk si Kecil?

Bayi memerlukan ASI hingga usia 2 tahun. Setelahnya, si kecil dapat melanjutkan minum susu sapi yang juga mengandung laktosa. Si kecil dianjurkan dapat minum susu sebanyak 2 kali dalam sehari, yakni pada waktu sarapan dan malam sebelum tidur untuk mendapatkan manfaat maksimal sepanjang hari. Saat ini sudah cukup banyak varian susu yang menawarkan kandungan gula yang lebih rendah. Usahakan untuk memilih yang mengandung kurang dari 10 gram gula dan lebih dari 5 gram serat. Adanya serat ini dapat membuat perut lebih cepat kenyang, menurunkan kolesterol, dan menurunkan resiko diabetes dan pradiabetes.

Author