Jamur kucing merupakan penyakit yang kerap menyerang anak bulu kesayangan. Munculnya jamur pada kucing dapat memicu penyakit lain, salah satunya infeksi. Ketika mengalami infeksi, kucing biasanya akan gatal-gatal dan mengalami kerontokan bulu.
Penting untuk mengetahui berbagai jenis jamur kucing, penyebab, dan penanganannya secara tepat jika kamu memelihara hewan lucu tersebut. Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!
Penyebab Kucing Jamuran
Ketika merawat kucing, penting untuk mengetahui penyebab infeksi yang biasa menyerang hewan tersebut sehingga kamu bisa menghindari dan memberikan perawatan secara tepat.
Nah, berikut beberapa penyebab kucing jamuran yang sering terjadi, antara lain:
Kekebalan Tubuh yang Rendah
Sebagian besar kucing dewasa yang sehat akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melawan infeksi jamur. Namun, ketika daya tahan tubuhnya lemah, maka kucing akan rentan terinfeksi jamur.
Jamur kucing biasanya dapat menyebabkan berbagai keluhan, seperti infeksi kulit, batuk, hingga gangguan pernapasan.

Baca Juga: 10 Cara Merawat Kucing yang Benar Agar Tumbuh Sehat
Terkontaminasi Jamur di Lingkungan Sekitar
Jamur patogen dan non patogen biasanya akan tumbuh secara mudah di lingkungan yang lembab. Jamur patogen atau yang dapat menularkan penyakit biasanya tumbuh di tanah dan dapat menyebar melalui benda atau hewan.
Kucing yang berada di luar ruangan biasanya lebih mudah terinfeksi jamur. Ras kucing berbulu panjang seperti Himalaya dan Persia mempunyai kecenderungan terinfeksi jamur kulit lebih tinggi.
Jenis Jamur Kucing
Tidak hanya satu jenis, ternyata jamur kucing cukup bermacam-macam. Berikut beberapa jenis infeksi jamur pada kucing:
Blastomikosis
Blastomikosis adalah jamur kucing yang disebabkan oleh Blastomyces dermatitidis dan menyerang pada paru-paru. Jamur ini biasanya tumbuh di tanah, namun sporanya bisa menyebar lewat udara dan terhirup oleh kucing atau manusia.
Kucing yang mengalami infeksi ini biasanya ditandai dengan berbagai gejala. Seperti batuk, sulit bernapas, berat badan menurun, mata bengkak, hidung mengeluarkan cairan bercampur darah, dan muncul abses pada kulit.
Dermatofitosis
Dermatofitosis adalah infeksi pada kucing yang disebabkan oleh jamur dermatofita. Infeksi ini biasanya ditandai dengan munculnya luka, bercak kemerahan berbentuk lingkaran, bulu rontok, gatal-gatal, dan kebotakan pada area yang terinfeksi.
Jika kucing mengalami infeksi jamur ini, kamu perlu berhati-hati karena dapat menular pada sesama kucing dan bahkan manusia.

Histoplasmosis
Histoplasmosis adalah jamur kucing yang disebabkan karena spora Histoplasma capsulatum. Jamur ini biasanya ditemukan di tanah yang telah terkontaminasi kotoran kelelawar dan burung.
Biasanya gejala yang muncul ketika terinfeksi histoplasmosis adalah demam dan berat badan menurun karena nafsu makannya hilang. Histoplasmosis juga bisa menimbulkan luka di kulit, nyeri sendi, hingga pembesaran limpa.
Coccidioidomycosis
Ketika musim hujan, kamu perlu hati-hati ketika kucing sering berbaring di tanah karena bisa meningkatkan risiko infeksi coccidioidomycosis
Infeksi ini disebabkan jamur Coccidioides immitis yang tumbuh di permukaan tanah, sehingga sporanya bisa dengan mudah terbawa angin dan terhirup oleh kucing. Gejalanya ditandai dengan batuk, pilek, kesulitan bernapas, demam, nyeri sendi, hingga iritasi mata.
Sporotrichosis
Infeksi jamur kucing Sporotrichosis disebabkan oleh spora Sporothrix schenckii. Jamur ini biasanya mengenai saluran pernapasan atau luka terbuka pada kulit.
Sporotrichosis yang menginfeksi kulit akan menyebabkan abses semakin parah dan sulit kering. Infeksi ini juga bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening dan munculnya benjolan pada kulit yang terinfeksi.

Kriptokokosis
Jamur Cryptococcus neoformans biasanya banyak ditemukan pada tanah terkontaminasi kotoran burung dan kayu yang telah lapuk.
Kucing yang terserang jamur ini biasanya akan menginfeksi hidung dan menyebar secara cepat dalam tubuh, termasuk pada otak. Gejala umumnya ditandai dengan hidung membengkak, muncul polip, dan mengeluarkan banyak cairan.
Jika pada kulit, biasanya akan menimbulkan bintil dan luka. Sedangkan jamur kucing Kriptokokosis pada otak akan menyebabkan koma, kejang, pingsan, bahkan kematian.
Cara Mengobati Jamur Kucing
Jika kucing peliharaan terkena jamur, kamu tidak perlu khawatir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati jamur kucing secara mandiri di rumah, antara lain:
- Melakukan karantina pada kucing yang terinfeksi jamur agar tidak menular.
- Berikan bedak anti jamur dan antibiotik pada kucing.
- Potong bulu kucing dan semprot tubuhnya dengan cairan antiseptik.
- Berikan obat anti jamur dan salep pada kucing.

Beberapa obat jamur kucing yang ampuh adalah jenis oral, seperti terbinafine, flukonazol, dan itrakonazol. Obat-obatan tersebut bisa mengatasi lesi kulit, kusta, sisik, dan rambut rontok karena jamur.
Namun, obat-obatan tersebut tidak semuanya aman untuk kucing. Jadi, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter hewan agar kucing mendapatkan penanganan yang tepat.
Tidak hanya mengobati, kamu juga perlu mencegah infeksi jamur kucing agar tidak datang lagi dengan rajin membersihkan kandang, mainan, rutin memandikan, dan memberikan vitamin.
Itulah penjelasan tentang penyebab jamur kucing, jenis, dan cara menanganinya. Salah satu penyebab infeksi jamur pada kucing yang sering terjadi adalah karena rendahnya sistem kekebalan tubuh.
Selain rutin memberikan vitamin, kamu juga perlu memberikan nutrisi dan asupan sehari-hari mereka. Kamu bisa mendapatkan berbagai makanan kucing premium secara praktis di Alfagift. Yuk, download aplikasi Alfagift sekarang!
