Home » Mom & Kids » Kehamilan & Menyusui » 7+ Gerakan Senam Hamil, Menjaga Kesehatan dan Memperlancar Persalinan

7+ Gerakan Senam Hamil, Menjaga Kesehatan dan Memperlancar Persalinan

senam hamil

Selama masa kehamilan, tubuh secara alami memproduksi hormon relaksin yang berperan dalam melemaskan otot-otot, sebagai persiapan menghadapi proses persalinan. Namun, meskipun tubuh sudah dibantu oleh hormon ini, ibu hamil tetap disarankan untuk rutin melakukan olahraga ringan agar persalinan nantinya bisa berjalan lebih lancar. Salah satu bentuk aktivitas fisik yang aman dan bermanfaat adalah senam hamil.

Senam hamil merupakan olahraga khusus yang dipersiapkan sesuai kebutuhan ibu hamil, dengan gerakan yang ringan dan minim risiko. Beberapa gerakan bahkan dirancang khusus untuk membantu mempercepat dan mempermudah proses persalinan. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini untuk mengetahui beberapa gerakan senam hamil yang bisa kamu praktikkan di rumah!

Gerakan Senam Hamil yang Mudah Dilakukan di Rumah

Senam hamil tetap bisa dilakukan di rumah dengan mudah dan aman. Berikut ini beberapa gerakan senam ibu hamil yang bisa kamu coba di rumah untuk mendukung kesehatan tubuh dan mempersiapkan diri menjelang persalinan.

1. Wall Push-up

senam hamil: Wall Push-up

Wall push-up merupakan salah satu gerakan senam hamil yang dilakukan dalam posisi berdiri dengan tumpuan pada dinding. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kekuatan otot tubuh bagian atas serta mendukung kesehatan tulang.

Untuk melakukan wall push-up, berdirilah menghadap dinding dengan jarak sekitar satu lengan. Rentangkan kedua tangan ke depan setinggi bahu, lalu letakkan telapak tangan di dinding. Tekuk siku secara perlahan sambil mencondongkan tubuh ke depan hingga wajah mendekati dinding. Setelah itu, dorong tubuh kembali ke posisi semula. Ulangi gerakan ini sebanyak 10 kali atau sesuai kemampuan kamu, ya.

2. Step-up

senam hamil Step-up

Step-up adalah gerakan senam hamil yang menyerupai aktivitas menaiki tangga dan efektif untuk melatih otot pantat, paha, serta tungkai. Gerakan ini termasuk mudah dilakukan dan tidak memerlukan alat khusus.

Langkah pertama, berdirilah di depan bangku kecil atau anak tangga yang stabil. Naikkan satu kaki ke atas permukaan tersebut, kemudian dorong tubuh ke atas mengikuti kaki yang sudah naik. Setelah itu, turunkan kembali ke lantai secara perlahan dan ulangi gerakan dengan kaki yang lain. Lakukan secara bergantian dan sesuaikan dengan kemampuan tubuh masing-masing.

3. Easy Pose (Sukhasana)

senam hamil Easy Pose (Sukhasana)

Meski tampak sederhana, easy pose memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil. Pose ini melatih kelenturan panggul, membuka area dada, dan memanjangkan tulang punggung secara alami.

Jika dikombinasikan dengan teknik pernapasan yang benar, easy pose dapat meningkatkan fokus, keseimbangan, dan ketenangan batin. Gerakan senam ini sangat membantu, terutama bagi ibu hamil yang sedang merasa cemas menjelang kelahiran buah hati.

Cara melakukan gerakan senam ini adalah duduk dengan posisi bersila, pastikan punggung tetap tegak dan tubuh rileks. Posisikan tangan di atas lutut dengan telapak tangan menghadap ke atas. Fokuskan pada pernapasan, tarik napas dalam-dalam, dan hembuskan secara perlahan. Pertahankan posisi ini selama 5-10 menit untuk merasakan efek relaksasi yang maksimal.

4. Butterfly Pose (Baddha Konasana)

Butterfly Pose (Baddha Konasana)

Butterfly pose merupakan salah satu gerakan senam hamil yang sangat disarankan pada trimester ketiga, terutama saat memasuki bulan kesembilan. Pose ini membantu membuka panggul secara alami sehingga bayi lebih mudah turun ke jalan lahir dan proses kontraksi menjadi lebih efektif.

Selain itu, gerakan ini juga memperlancar aliran oksigen ke plasenta dan membantu mempersiapkan tubuh untuk proses pembukaan saat persalinan berlangsung.

Untuk melakukannya, kamu bisa duduk dengan posisi kaki ditekuk dan telapak kaki saling bertemu. Pegang kedua kaki dengan kedua tangan, lalu tarik kaki perlahan mendekat ke tubuh. Tekan lutut ke bawah dengan siku untuk meregangkan paha bagian dalam. Tahan posisi ini selama 1-2 menit, sambil menarik napas dalam dan merilekskan tubuh.

Baca juga: 7 Rekomendasi Merek Vitamin D3 untuk Ibu Hamil, Lengkap dengan Dosis dan Manfaatnya!

5. Wide Angle Seated Forward Bend (Upavistha Konasana)

Wide Angle Seated Forward Bend (Upavistha Konasana)

Gerakan ini cocok dilakukan saat kehamilan memasuki trimester ketiga, ketika beban di perut mulai terasa berat dan menekan bagian punggung bawah.

Untuk melakukan senam hamil ini kamu bisa duduk dengan kaki terentang lebar di depan tubuh, pastikan punggung tetap tegak. Perlahan bungkukkan tubuh ke depan, jangkau telapak kaki atau pergelangan kaki dengan tangan. Jangan terlalu memaksakan tubuh, cukup lakukan sampai terasa nyaman dan meregang. Tahan posisi ini selama beberapa detik, bernapaslah dalam dan ulangi beberapa kali secara perlahan.

Dengan melatih pose ini, ketegangan pada punggung, pinggang, dan paha bagian dalam bisa berkurang secara perlahan. Selain itu, gerakan ini juga mendukung aliran oksigen ke plasenta sehingga membantu menjaga kesehatan janin di dalam kandungan.

6. Child Pose (Balasana)

Child Pose (Balasana)

Child pose merupakan salah satu gerakan istirahat yang nyaman dilakukan di tengah latihan senam hamil. Pose ini bermanfaat untuk membantu tubuh rileks serta mengurangi ketegangan di bagian pinggang dan punggung.

Gerakan senam hamil ini bisa dilakukan dengan posisi merangkak di atas matras, pastikan lutut sedikit lebih lebar dari pinggul dan telapak tangan sejajar dengan bahu. Perlahan turunkan tubuh ke belakang, rasakan peregangan pada punggung, dan letakkan dahi di atas matras. Tahan posisi ini selama beberapa menit sambil bernapas dalam-dalam untuk merasakan efek relaksasi yang maksimal.

Saat melakukan child pose, kamu bisa meminta bantuan pasangan untuk memberikan pijatan lembut di area punggung agar tubuh terasa lebih tenang dan nyaman. Selain itu, gerakan ini juga membantu membuka area panggul dan paha dalam, serta meregangkan tulang sakrum. Efek menenangkan dari pose ini juga sangat baik untuk mengurangi stres menjelang persalinan.

7. Pelvic Tilt

senam hamil Pelvic Tilt

Pelvic tilt merupakan gerakan yang bermanfaat untuk meredakan nyeri punggung bawah dan memperkuat otot inti, termasuk otot panggul dan perut. Latihan ini juga dapat membantu menjaga postur tubuh selama masa kehamilan.

Cara melakukannya cukup mudah, kok! Posisikan tubuh merangkak dengan lutut dan telapak tangan menyentuh lantai. Pastikan lengan terbuka selebar bahu dan lutut sejajar dengan panggul. Tarik napas dalam-dalam sambil mengencangkan otot perut, punggung, dan panggul, tahan selama beberapa detik, lalu hembuskan napas sembari melenturkan punggung secara perlahan. Ulangi gerakan ini sebanyak 10 kali. Idealnya, latihan ini dilakukan minimal satu kali setiap hari.

8. Hip Circle

Hip Circle

Gerakan hip circle dapat membantu bayi bergerak menuju jalan lahir, terutama saat mendekati persalinan. Gerakan senam hamil satu ini akan membantu bayi untuk cepat masuk ke panggul dan mempersiapkan tubuh ibu hamil agar proses kelahiran berjalan lebih lancar.

Kamu bisa mulai dengan posisi seperti akan merangkak, pastikan lutut terbuka selebar pinggul dan tangan sejajar dengan bahu. Kemudian, gerakkan panggulmu membentuk lingkaran 360 derajat, seolah-olah mengayunkan pinggul ke depan, ke samping, dan kembali ke belakang dalam satu putaran penuh. Lakukan gerakan ini secara perlahan dan rasakan efek peregangan pada area pinggul dan panggul. 

Gerakan ini bisa dilakukan pada setiap usia kehamilan, tapi akan lebih maksimal jika dilakukan pada trimester ketiga, terutama mendekati waktu persalinan.

9. Senam Kegel

Senam Kegel untuk ibu hamil

Senam Kegel menjadi latihan penting yang sangat dianjurkan selama kehamilan maupun setelah melahirkan. Latihan ini fokus pada penguatan otot dasar panggul yang berfungsi menopang kandung kemih, rahim, dan usus.

Untuk melakukannya, cukup dengan mengencangkan otot panggul seperti saat kamu menahan buang air kecil. Tahan kontraksi tersebut selama 5–10 detik, lalu lepaskan dan rilekskan ototnya. Ulangi sebanyak 10–15 kali dalam satu sesi dan lakukan setidaknya tiga kali sehari untuk hasil yang optimal.

Baca juga: 10 Rekomendasi Olahraga Pagi untuk Jaga Mood

Peringatan Sebelum Senam Hamil

Sebelum mengikuti senam hamil, ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan untuk menjaga kesehatan tubuh dan janin. Langkah awal yang penting kamu lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter atau bidan, khususnya jika kamu memiliki riwayat penyakit kronis, pernah melahirkan prematur, atau sedang mengalami komplikasi dalam kehamilan.

Senam hamil juga tidak dianjurkan bila kamu mengalami kondisi seperti pendarahan vagina, gangguan pada leher rahim, atau air ketuban yang pecah lebih awal dari waktu persalinan.

Selain itu, penting untuk selalu memantau kondisi tubuh saat berolahraga. Jika muncul gejala seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, atau bahkan pingsan, segera hentikan aktivitas dan cari pertolongan medis. Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda dari kondisi serius seperti solusio plasenta atau preeklamsia.

Rangkaian gerakan senam hamil ini bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus membantu menenangkan pikiran menjelang persalinan. Setiap gerakan bertujuan untuk memberikan kekuatan, kelenturan, dan kesiapan tubuh ibu hamil dalam menghadapi proses kelahiran.

Sebelum memulai latihan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan terlebih dahulu, serta selalu dengarkan sinyal tubuh agar aktivitas senam tetap aman dan nyaman dilakukan.

Dengan menggunakan peralatan yang nyaman bisa membuat latihan senam hamil menjadi lebih optimal, bukan? Kini, kamu bisa temukan semua kebutuhan ibu hamil dengan mudah lewat aplikasi Alfagift, lho! 

Nah, sudahkah kamu download aplikasi Alfagift? Download sekarang di Google Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan berbelanja dengan menggunakan aplikasi Alfagift! Jangan lewatkan juga promo menarik di Alfagift yang membuat belanja makin hemat!

Author